Iklan Banner

Pasang Loker KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya? KLIK DISINI

Gabung Grup Loker di WA KLIK DISINI

Gabung Grup Loker di Telegram KLIK DISINI

Instagram Infokyai KLIK DISINI

Instagram Lokeryai KLIK DISINI

Senin, Januari 16

Supir Truk Dihadang di Terbanggi, Tekab 308 Tindak Tegas Pelaku Curas yang Viral di Media Sosial

 



Satu pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) di Simpang Terbanggi Besar, Lampung Tengah dengan korban sopir truck, berhasil dilumpuhkan Tim Tekab 308 Polres Lampung Tengah, sedangkan dua pelaku lain sedang dalam pengejaran.


Berusaha kabur hingga melawan petugas saat ditangkap, seorang pelaku Curas yang sempat viral di Media Sosial (Tik tok) inisial RL (35) warga Lampung Tengah itu, terhenti sudah langkahnya setelah dilakukan tindakan tegas dan terukur oleh pihak Kepolisian, Sabtu (14/1/23).


Sebelumnya, sempat viral di media sosial (Tik tok) dua orang sopir truck AN dan KS asal Kota Bumi Lampung Utara, keduanya melaporkan ke Polsek Terbanggi Besar, pada Rabu (11/1/23) dini hari .


Kepada petugas, kedua orang itu, melaporkan telah menjadi korban aksi kejahatan pencurian dengan kekerasan saat perjalan dari Kota Bumi menuju Jakarta.


Tiba-tiba truck dikemudikannya dihadang oleh 3 orang pelaku dan berhasil merampas uang tunai Rp. 2 juta milik sopir truck, saat melintas di Simpang Terbanggi Besar.


Hal itu dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya S.I.K, M.Si.


“Tidak ada ruang untuk kejahatan. Dan tidak ada toleransi untuk para pelaku kejahatan, pasti akan kami tindak tegas,” tegas AKP Edi Qorinas.


Menurut Kasat Reskrim aksi para pelaku ini sangat meresahkan masyarakat, khususnya para sopir truck yang melintas di Simpang Terbanggi Besar.


“Kawanan ini terkenal sadis dan tak segan-segan melukai korbanya, apabila menolak pemintaan mereka,”ujarnya.


Dari catatan Kepolisian, pelaku RL sudah sering keluar masuk Bui, bahkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Terbanggi Besar.


“Kepada para pelaku yang belum tertangkap, Kasat mengimbau agar segera menyerahkan diri, apabila tidak ingin ditindak tegas oleh petugas,”tandasnya.


Kemudian untuk para pelaku yang masih menjalankan aksi kejahatan dan menimbulkan keresahan ditengah masyarakat, segera hentikan tindakannya !


“Sebelum langkahnya dihentikan petugas, lebih baik berhenti sendiri dan bertobat,” ungkapnya.


"RL dijerat dengan pasal 365 KHUPidana, ancaman hukuman 12 tahun penjara, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas,”tutur dia. (Ma/ik)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments