Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Rabu, November 9

KAI Divre IV Tanjungkarang Sebut Untuk Perjalanan Kereta Api Baik Penumpang & Barang Mulai Normal



PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan Kereta Api yang terganggu perjalanannya diakibatkan kecelakaan KA Barang di Stasiun Rengas, Bandar Lampung. Pada pukul 02.25 dini hari tanggal 07 November 2023.


Kabag Humas Divre IV Tanjungkarang, Jaka Jarkasih menjelaskan  bahwa  Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut,  namun perjalanan KA dijalur emplasmen Stasiun Rengas sempat terganggu.


"KAI Divre IV Tanjungkarang memohon maaf kepada seluruh stakeholder akibat gangguan perjalanan tersebut. Kami sampaikan, bahwa saat ini jalur tersebut sudah dapat dilalui sejak Senin (7/11) pukul 14.40 dengan kecepatan terbatas sehingga perjalanan kereta api baik penumpang dan barang mulai kembali normal," ujar Jaka.


Meski jalur sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas, KAI akan terus melakukan normalisasi pada lokasi tersebut hingga dapat dilalui kembali dengan kecepatan normal. 


Terkait penyebab kejadian, saat ini KAI masih melakukan investigasi dan pengecekan berbagai temuan yang ada. KAI akan mengecek secara menyeluruh terkait penerapan SOP serta keandalan sarana dan prasarana yang ada pada kejadian tersebut. KAI akan melakukan audit km secara detail, melakukan evaluasi, serta menerapkan langkah-langkah preventif sehingga kejadian ini tidak terulang.


Saat ini, untuk perjalanan KA Ekspres Rajabasa relasi Tanjungkarang-Kertapati sudah beroperasi kembali, namun untuk KA Kualasstabas relasi Tanjungkarang-Baturaja masih belum dioperasikan.


"Saya atas nama manajemen dan seluruh jajaran KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh seluruh stakeholder. Kami akan berupaya maksimal agar perjalanan KA dapat kembali normal dan kejadian serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari," tutup Jaka. (Fe/ik).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments