Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Jumat, Mei 27

Isi Kuliah Umum di ITERA Walikota Bogor Bima Arya Ajak Mahasiswa Peduli Lingkungan


LAMPUNG SELATAN - Walikota Bogor yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Dr. H. Bima Arya mengisi kuliah umum bertema Climate Change, Green Economy and Human Rights di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Jumat, 27 Mei 2022. Dihadapan lebih dari seratusan mahasiswa ITERA yang hadir, Bima Arya menekankan pentingnya mahasiswa menjadi pelopor dan penggerak aksi-aksi penyelamatan lingkungan di daerahnya. Serta menjadi pengingat para pemimpin agar lebih peduli terhadap isu lingkungan. 


Di awal pemaparan kuliah umum yang dimoderatori oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITERA Acep Purqon, S.Si., M.Si. Ph.D, Walikota Bogor, Bima Arya mengisahkan gerakan seorang gadis belia asal Swedia, Greta Thunberg. Sedari usia delapan tahun, Greta melakukan kampanye penyelamatan lingkungan, hingga menginspirasi anak-anak muda lain di berbagai belahan dunia, melakukan aksi serupa. "Banyak anak-anak muda di Indonesia yang ternyata juga risau dan galau dengan keselamatan Bumi di masa depan, hingga muncul gerakan-gerakan penyelamatan lingkungan di berbagai daerah, termasuk di Bogor," ujar Bima Arya. 


Bima Arya menilai, mahasiswa memiliki kekuatan lebih untuk melakukan berbagai gerakan penyelamatan lingkungan, dengan memanfaatkan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki, dan berbagai inovasi yang dilakukan. Selain itu, mahasiswa juga perlu menjadi pengingat para pemimpin daerah untuk lebih peduli lingkungan. 


"Ayo kita ingatkan kepada pemimpin-pemimpin kita bahwa tugas pemimpin bukan hanya untuk sekarang, tetapi juga mempersiapkan kehidupan generasi masa depan," ujar Bima Arya. 


Sebagai generasi muda, mahasiswa juga dituntut tidak cuek terhadap masalah lingkungan. Selalu menerapkan pola hidup ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, hingga menghindari pemakaian kemasan makanan dan minuman berbahan plastik. 


Diakhir pemaparan, Bima Arya berpesan agar mahasiswa ITERA menjadi generasi kosmopolitan. Yaitu anak-anak muda yang punya pemahaman dan bangga dengan kultur lokal daerahnya, memiliki jiwa patriotisme nasional, akan tetapi mampu berselancar secara global. 


Dalam kesempatan yang sama, Rektor ITERA Prof. Dr. Ing. Ir. Mitra Djamal, IPU., menyampaikan kebanggaan tersendiri, karena Ketua Apeksi yang juga Walikota Bogor, Bima Arya berkenan menyempatkan mengisi kuliah umum kepada mahasiswa ITERA di sela Peringatan HUT ke-22 Apeksi yang dipusatkan di Kota Bandar Lampung. Rektor ITERA menilai, saat ini tantangan dan isu pengembangan wilayah dan kota menjadi isu yang kompleks, sehingga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga organisasi kewilayahan, perguruan tinggi maupun masyarakat. Untuk itu, sebagai perguruan tinggi bidang sains dan teknologi di Sumatera, sudah semestinya ITERA turut berperan dengan berkolaborasi melalui berbagai pihak, termasuk dengan Apeksi. Terlebih saat ini ITERA telah berkembang, dan memiliki 40 program studi dengan lebih dari 16.000 mahasiswa, memiliki berbagai pusat riset dan inovasi, serta kepakaran dosen yang mendukung. 


"Semua yang kami lakukan tentunya sebagai  kontribusi penting ITERA dalam pengembangan wilayah di seluruh Sumatera dan Indonesia," ujar Prof. Mitra Djamal. 


Sementara Kepala LPPM ITERA Acep Purqon, Ph.D., dalam pengantarnya menyebut, dngan mengusung semangat kepeloporan, ITERA juga telah melakukan berbagai inovasi, mulai dari pengembangan konsep pertanian yang terintegrasi dan memanfaatkan teknologi, membangun kemandirian energi, hingga mendorong konsep zero waste. 


"Melalui kolaborasi dengan Apeksi kami memiliki keinginan agar upaya dan berbagai inovasi yang telah ITERA lakukan dapat disebarluaskan ke kota-kota lain di Sumatera dan Indonesia," tutur Acep. *[]*


Artikel Terkait

Comments
0 Comments