Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Mau Investasi? Gabung Dibawah ini

Selasa, Desember 15

3 Vitamin Utama Dalam Pembentukan Imun Tubuh Dimasa Pandemi

 

Foto: Shutterstock

3 Vitamin Utama Dalam Pembentukan Imun Tubuh Dimasa Pandemi
Virus Corona atau Covid-19 telah menginfeksi ratusan ribu orang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, sudah lebih dari 1.000 orang positif terkena COVID-19. Hal yang perlu kita lakukan adalah Memperkuat sistem imun tubuh untuk menangkal penularan virus ini. Tidak hanya virus Corona, sistem imun tubuh yang kuat juga dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit lainnya.

Hingga saat ini, belum tersedia vaksin yang efektif dan terbukti bisa mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Inilah yang menyebabkan Kementerian Kesehatan Indonesia mengimbau agar masyarakat Indonesia senantiasa menjalankan hidup bersih (higienis) serta selalu menjaga daya tahan tubuh.

Pada dasarnya, tubuh kita sendiri memang memiliki sistem imun untuk melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Namun, ada hal-hal yang dapat melemahkan sistem imun atau daya tahan tubuh seseorang, antara lain penuaan, kurang gizi, penyakit, bahkan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, fungsi sistem imun perlu senantiasa dijaga agar daya tahan tubuh kuat.

Berikut adalah beberapa vitamin yang dipercaya mampu meningkat imun tubuh agar tidak mudah terserang oleh penyakit :

Vitamin C
Vitamin C aktifkan sel Natural Killer. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh punya pelindung ekstra dari berbagai penyakit, termasuk penyakit kanker. Vitamin C ampuh membentuk antibodi yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Sehingga seseorang yang rutin memenuhi kebutuhan vitamin C tubuhnya tidak akan mudah terserang penyakit.

Dalam wawancara dengan antaranews.com, Raissa Edwina Djuanda, seorang dokter spesialis gizi RSPI – Puri Indah, juga mengatakan bahwa vitamin C merupakan salah satu dari dua jenis vitamin yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk diberikan pada pasien Covid-19. Sebab vitamin C dapat membantu menurunkan resiko infeksi pernafasan akibat virus dan pneumonia. Hal tersebut dinyatakan dalam situs kesehatan clevelandclinic.org. 

Menurut Dr. Ramya Dwivedi, Ph.D dalam situs news-medical.net, Vitamin C punya peran potensial dalam mencegah fase kritis COVID-19, infeksi saluran pernapasan akut, dan penyakit inflamasi lainnya. Kadar vitamin C pada penderita Covid-19 umumnya akan menurun dengan cepat. Hal ini diduga karena tubuh mereka sedang mengalami stres fisiologis.

Vitamin D
Bersama dengan vitamin C, vitamin D juga direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk diberikan pada pasien positif Covid-19, sesuai dengan wawancara antaranews.com dengan Raissa Edwina Djuanda, seorang dokter spesialis gizi RSPI – Puri Indah.

Situs clevelandclinic.org juga menjelaskan bahwa suplementasi vitamin D dapat bantu menurunkan resiko infeksi saluran pernapasan akut. Lalu beberapa artikel kesehatan juga merekomendasikan konsumsi suplemen vitamin D setiap hari, untuk mengurangi risiko infeksi pada pasien Covid-19. 

Didunia medis, vitamin E dikenal dengan nama alfa tokoferol, yaitu vitamin yang larut dalam lemak.Vitamin E merupakan sumber nutrisi yang penting yang dapat menunjang kinerja dari banyak organ tubuh. Zat ini juga mempunyai efek antioksidan yang bisa memperlambat sel-sel tubuh dari kerusakan.Fungsi vitamin E ini memiliki fungsi penting untuk perkembangan tubuh manusia. Vitamin ini berpengaruh penting dalam kekuatan sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan sel, dan kesehatan mata
Vitamin E biasanya sangat mudah ditemukan pada banyak makanan seperti sayuran berdaun hijau, minyak nabati, daging sapi, margarin, daging unggas, telur, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sereal yang telah difortifikasi.

Vitamin E memiliki banyak fungsi penting lainnya bagi tubuh, di antaranya untuk menjaga kesehatan kulit, mengurangi kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV), serta meredakan gejala penyakit perlemakan hati (fatty liver disease) dan dermatitis atopik.

Vitamin E juga mengandung antioksidan yang berfungsi melindungi tubuh dari paparan radikal bebas, yaitu molekul berbahaya yang bisa merusak jaringan, organ, dan sel-sel tubuh. Selain itu, vitamin E juga mampu memperkuat sistem imunitas atau kekebalan tubuh sehingga dapat melawan infeksi bakteri dan virus

Vitamin B6
Salah satu zat yang ada di dalam Vitamin B Kompleks adalah Vitamin B6. Vitamin B6 iniPanggilannya adalah piridoksin. Piridoksin atau Vitamin B6 ini juga mempunyai peran penting untuk menjaga kesehatan otak dan sistem saraf.

Perlu kamu ketahui juga pentingnya Vitamin B6 untuk tubuh adalah untuk bisa membantu penyerapan Vitamin B12 yang dilakukan oleh tubuh. Jika tidak terserap dengan baik, maka bisa jadi ada organ tubuh yang tidak bisa bekerja dengan optimal.

Vitamin B6 dapat membantu mendukung reaksi biokimia dalam sistem kekebalan tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh akan tetap terjaga. Berdasarkan situs hellosehat.com – kamu bisa mendapatkan Vitamin B6 dengan mengonsumsi ikan, hati sapi, kentang, daging ayam, kacang-kacangan, buah-buahan non sitrus. Menurut National Institutes of Health’s Office of Dietary Supplements kamu bisa mendapatkan Vitamin B6 dari alpukat, papaya, pisang dan beberapa sayuran hijau.

Faktanya, kekurangan vitamin B6 bisa menyebabkan imun tubuh melemah. Padahal, daya tahan tubuh yang kuat mampu mencegah Anda terserang infeksi dan peradangan.

Kekurangan vitamin B6 banyak dikaitkan dengan penurunan produksi antibodi yang dibutuhkan untuk melawan infeksi, serta mengurangi jumlah sel darah putih yang bertugas untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

Vitamin-vitamin diatas memiliki peran dalam membantu tubuh melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Selain memperkuat daya tahan tubuh dengan beragam cara di atas, Anda juga perlu menerapkan pola hidup sehat lainnya, seperti berhenti merokok, mengurangi minum minuman beralkohol, tidak melakukan hubungan seks yang berisiko, serta minum air putih yang cukup.

Selain memperkuat daya tahan tubuh dengan beragam cara di atas, Anda juga perlu melakukan upaya untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu:
•Selalu memakai masker saat bepergian atau berinteraksi dengan orang lain
•Mencuci tangan secara teratur dengan air dan sabun, atau dengan hand sanitizer
•Tidak menyentuh wajah, hidung, dan mata dengan tangan yang kotor atau belum dicuci
•Menghindari kerumunan dan menjaga jarak atau physical distancingminimal 1 meter

Penulis : Juni Susilania



Artikel Terkait

Comments
0 Comments