Tingkatkan Keselamatan, KAI Drive IV Tanjungkarang Tutup Puluhan Perlintasan Sebidang
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang terus memperkuat upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api melalui penataan perlintasan sebidang. Hingga periode Januari–September 2026, sebanyak 38 titik perlintasan sebidang telah ditutup di wilayah operasional KAI Divre IV Tanjungkarang.
Penutupan tersebut merupakan bagian dari upaya KAI bersama pemangku kepentingan terkait untuk mengurangi potensi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang, khususnya pada titik-titik yang tidak memenuhi aspek keselamatan.
Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan keselamatan merupakan prioritas utama KAI dalam menjalankan operasional perjalanan kereta api.
“Sepanjang Januari hingga September 2026, KAI Divre IV Tanjungkarang telah melakukan penutupan 38 titik perlintasan sebidang. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mengurangi potensi risiko kecelakaan di perlintasan,” ujar Zaki.
Menurut Zaki, upaya penataan dan penutupan perlintasan sebidang dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, Dinas Perhubungan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Selain melakukan penutupan, KAI juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan di perlintasan sebidang. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup maupun membuat akses baru yang melintasi jalur kereta api.
“Peningkatan keselamatan di perlintasan membutuhkan dukungan seluruh pihak. Kami mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan perlintasan yang sudah ditutup dan memilih jalur penyeberangan yang aman serta telah ditetapkan,” kata Zaki dalam keterangannya pada 8 Oktober 2026
KAI juga mengingatkan pengguna jalan yang masih melintasi perlintasan sebidang resmi agar selalu mematuhi rambu-rambu dan ketentuan keselamatan. Pengguna jalan wajib berhenti ketika sinyal perlintasan berbunyi atau palang pintu mulai ditutup serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api.
“Kereta api memiliki karakteristik tidak dapat berhenti secara mendadak. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, tidak menerobos palang pintu, dan memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi perlintasan,” tutup Zaki. (*)

0 Komentar