PRINGSEWU – Waspada modus penipuan pembayaran digital! Angkringan Soka di Kabupaten Pringsewu, Lampung, diduga menjadi korban sabotase QRIS oleh pihak tak bertanggung jawab. Akibatnya, transaksi yang dilakukan pengunjung berpotensi masuk ke rekening pihak lain, bukan ke rekening milik angkringan.
Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu sore hingga malam, sekitar pukul 17.00–22.00 WIB. Saat itu, kondisi angkringan sedang ramai pengunjung sehingga para pekerja lebih fokus melayani pesanan dan memastikan makanan segera diterima pelanggan.
Kisah tersebut dibagikan melalui keterangan Angkringan Soka yang menjelaskan bahwa dugaan sabotase baru menjadi perhatian ketika aktivitas pelayanan sedang padat.
"Kronologi, kejadian sabotase QR angkringan Soka. Kejadian pada Sabtu sore sampai malam dari jam 17.00 - 22.00 pada saat itu angkringan padat kami tidak fokus ke HP, kami fokus melayani customer gimna caranya agar pesanan dalam jumlah yang banyak segera di terima oleh customer," tulis keterangan Angkringan Soka.
Dalam keterangannya, pihak Angkringan Soka menduga pelaku telah merencanakan aksi tersebut dengan menggunakan QRIS palsu yang tampilannya disebut sama persis dengan kode pembayaran asli milik usaha mereka.
Kondisi angkringan yang ramai membuat pemilik dan pekerja tidak dapat terus-menerus memantau ponsel untuk memastikan setiap pembayaran masuk.
Modus penimpaan QRIS seperti ini perlu diwaspadai para pelaku usaha. Sebab, pelanggan bisa saja merasa telah menyelesaikan pembayaran, sementara dana justru masuk ke rekening yang berbeda apabila kode pembayaran telah diganti.
Meski demikian, kronologi dan aliran dana dalam kejadian yang dialami Angkringan Soka tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Atas kejadian tersebut, Angkringan Soka mengingatkan para pelaku usaha, baik skala mikro maupun makro, agar lebih berhati-hati dalam menggunakan sistem pembayaran digital.
"Kami mengimbau kepada pelaku usaha baik mikro ataupun makro agar berhati-hati dalam setiap saat banyak orang ingin mempunyai penghasilan yang tidak ingin bekerja yakni dengan cara MENIPU," ujarnya.
Pelaku usaha disarankan memeriksa kondisi kode QRIS secara berkala, memastikan kode yang dipajang tidak ditimpa atau diganti pihak lain, serta mengecek notifikasi dan mutasi rekening untuk memastikan pembayaran benar-benar diterima.
Meski mengalami kerugian, pihak Angkringan Soka berusaha menerima kejadian tersebut dengan lapang dada. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan doa dan dukungan.
"Yang sudah hilang anggap saja bukan rejeki mungkin orang itu sangat butuh dari saya doakan cepat mendapatkan hidayah. Terima kasih teman-teman untuk doanya semoga kita selalu di lindungi oleh Allah dan orang-orang baik, Aamiin," tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha dan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan tampilan bukti pembayaran, tetapi juga memastikan transaksi benar-benar masuk ke rekening tujuan.
Kewaspadaan bersama diperlukan agar kemudahan pembayaran digital tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dengan cara merugikan orang lain. (Pu)
.jpg)
0 Komentar