Kesebatinan Gedung Balak Mandawasa menggelar kegiatan adat Anjau Silau Muli Mekhanai Gedung Balak Mandawasa pada Senin (15/6/2026) di Desa Pekondoh Gedung, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Kegiatan adat tersebut menjadi bagian dari rangkaian pernikahan Dalom atau pemegang tahta tertinggi dalam struktur adat Lampung Saibatin. Tradisi Anjau Silau merupakan momen penting yang tidak diselenggarakan setiap tahun, melainkan hanya pada saat berlangsungnya pernikahan Dalom.
Acara dihadiri oleh lebih dari 40 kesebatinan dari berbagai wilayah serta sekitar 500 masyarakat dan tamu undangan yang turut menyaksikan jalannya prosesi adat. Kehadiran para penyimbang adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda menjadi simbol kuatnya hubungan kekeluargaan serta penghormatan terhadap warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Berbagai rangkaian adat ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari tari penyambutan, tari khas Badak, prosesi lempar selendang, hingga sejumlah tradisi adat lainnya yang sarat makna dan nilai kebersamaan.
Selain menjadi bagian dari prosesi pernikahan adat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarkesebatinan serta memperkuat identitas budaya masyarakat Lampung di tengah perkembangan zaman. Melalui pelaksanaan Anjau Silau, nilai-nilai adat, penghormatan kepada leluhur, serta semangat persatuan terus diwariskan kepada generasi muda.
Nabil Leofahmi, selaku Dokumentasi Internal kegiatan, mengatakan bahwa acara tersebut memberikan pengalaman yang berharga sekaligus menunjukkan kekayaan budaya Lampung yang masih terjaga hingga saat ini.
“Anjau Silau bukan hanya sebuah tradisi adat, tetapi juga ruang pertemuan yang mempererat hubungan antarkesebatinan dan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat melihat bagaimana budaya Lampung tetap hidup, dihormati, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Harapannya, tradisi ini semakin dikenal luas sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, semakin bangga terhadap identitas budayanya sendiri,” ujarnya.
Keberlangsungan kegiatan adat seperti Anjau Silau Muli Mekhanai Gedung Balak Mandawasa menjadi bukti bahwa budaya Lampung masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat. Tradisi ini tidak hanya menjaga nilai-nilai leluhur, tetapi juga menjadi media edukasi budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan adat Lampung kepada khalayak yang lebih luas. (*)

0 Komentar