Mahasiswa Teknik Material ITERA Rilis Buku Perdana, Ajak Pembaca Berdamai dengan Masa Lalu
LAMPUNG SELATAN — Muhammad Saifudin, yang akrab disapa Sai, merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Material di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang berhasil menghadirkan karya inspiratif melalui dunia literasi. Di tengah kesibukannya bergelut dengan angka, struktur, hingga performa material, Sai membuktikan bahwa dunia teknik bukanlah batasan untuk terus berkarya dan menyuarakan cerita kehidupan.
Melalui buku perdananya yang telah resmi terdaftar ISBN Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berjudul “Surat untuk Aku yang Dulu”, Sai menuangkan potongan perjalanan hidup, proses bertumbuh, serta dinamika masa sekolahnya menjadi sebuah karya penuh makna dan refleksi.
Buku tersebut lahir bukan sekadar sebagai tulisan, tetapi sebagai ruang pulang bagi banyak orang yang pernah merasa gagal, kehilangan arah, ataupun sedang belajar menerima dirinya sendiri.
Harapan Besar di Balik Lembar Buku
Bagi Sai, menulis buku ini adalah bentuk terapetik sekaligus resolusi untuk berdamai dengan setiap keputusan di masa lalu. Ia berharap buku ini bisa menjadi teman perjalanan bagi generasi muda yang sedang mengalami krisis jati diri.
"Saya ingin buku ini menjadi pelukan hangat bagi siapa saja yang sedang merasa asing dengan dirinya sendiri. Saya ingin menyampaikan bahwa tidak apa-apa jika kita pernah keliru atau gagal di masa lalu, karena dari sanalah kita belajar mengeja arti dewasa yang sesungguhnya," ungkap Sai.
Lebih lanjut, ia berharap karya ini dapat memotivasi rekan-rekan sesama mahasiswa teknik bahwa kreativitas serta literasi tidak boleh mati oleh kesibukan akademis.
Melalui debut literasinya ini, Sai menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti menginspirasi. Buku “Surat untuk Aku yang Dulu” kini diharapkan bukanlah hanya buku pertama, tapi akan ada karya karya selanjutnya

0 Komentar