![]() |
| Ilustrasi | Foto AI Canva |
Pertemuan yang Menguatkan di Jalan Allah
Aku tidak pernah menyangka, di antara hiruk pikuk dunia yang sibuk dengan urusan masing-masing, aku akan menemukan seseorang seperti Agus.
Awalnya biasa saja. Hanya pertemuan di masjid, saling sapa seperlunya, lalu berlanjut dengan obrolan ringan tentang kegiatan. Tapi semakin sering bertemu, aku mulai menyadari—Agus bukan sekadar teman biasa.
Ia adalah sosok yang jarang ditemui.
Kami mulai sering terlibat dalam kegiatan masjid. Dari rapat kecil, membersihkan area, menyiapkan acara, hingga begadang demi memastikan semuanya berjalan lancar. Lelah? Tentu. Tapi anehnya, lelah itu terasa berbeda—seperti ada ketenangan yang menyertai.
“Capek ya?” tanyaku suatu malam setelah acara selesai.
Agus hanya tersenyum, “Capek, tapi tenang.”
Jawaban sederhana itu entah kenapa begitu dalam.
Baru kali ini aku merasakan punya teman yang sama-sama berjuang di jalan Allah. Bukan hanya hadir saat mudah, tapi juga tetap bertahan saat keadaan mulai melelahkan. Tidak banyak mengeluh, tidak banyak menuntut, hanya terus bergerak dengan niat yang sama.
Kadang kami duduk di teras masjid setelah semua selesai. Tidak banyak bicara, hanya menikmati suasana malam yang sunyi, ditemani rasa syukur yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Aku mulai sadar, ternyata kebahagiaan itu sederhana.
Bukan tentang memiliki banyak hal, tapi tentang dipertemukan dengan orang yang tepat—yang mengingatkan saat lalai, yang menguatkan saat lemah, dan yang berjalan bersama tanpa harus banyak diminta.
Agus mengajarkanku satu hal, tanpa ia sadari—
Dan dari semua yang aku rasakan, ini bukan sekadar pertemanan.

0 Komentar