Breaking News

Dinas KPTPH Lampung Gelar Rakor Gerakan Selamatkan Pangan, Perkuat Dukungan Program MBG 2026

 



Dinas KPTPH Lampung Gelar Rakor Gerakan Selamatkan Pangan, Perkuat Dukungan Program MBG 2026


Bandar Lampung, Kamis 16 April 2026 — Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Kegiatan tersebut mengusung tiga agenda utama, yakni evaluasi capaian penyaluran donasi pangan di Provinsi Lampung, sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan limbah terpadu pada satuan pelayanan pemenuhan gizi, serta penyusunan rencana tindak lanjut penyelamatan pangan berbasis pentahelix tahun 2026.


Rakor dihadiri Kepala Dinas yang membidangi ketahanan pangan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung atau perwakilan, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Lampung-Bengkulu yang diwakili oleh Koordinator SPPI, Direktur Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang diwakili oleh Dr. Zukryandry, S.T., M.Si. hadir juga dari Foodbank of Indonesia, Ruang Pangan Bandar Lampung, Ketua Komunitas Ayo Menanam Indonesia Wilayah Lampung, serta Media Info Kyai.


Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Ir. Elvira Umihanni, S.P., M.T.P. diwakili oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Ely Nuratni menyampaikan bahwa memasuki tahun 2026 tantangan dalam pengelolaan pangan semakin meningkat, terutama dengan berlakunya km Peraturan Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 1 Tahun 2026 terkait sisa pangan, sampah, dan air limbah domestik dalam Program Makan Bergizi Gratis.


“Gerakan Selamatkan Pangan kini menjadi pilar pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.


Menurutnya, pada tahun 2026 perlu dilakukan peningkatan volume penyelamatan pangan minimal sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, lokus kegiatan juga diminta diperluas hingga menjangkau seluruh 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.


“Meminta agar Fokus kegiatan diperluas hingga menyentuh seluruh 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung,” katanya.


Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dengan dunia usaha seperti hotel dan restoran, agar pangan berlebih dapat dimanfaatkan secara optimal.


“Mari kita tingkatkan sinergi dengan sektor perhotelan dan restoran agar pangan berlebih tidak berakhir di TPA, melainkan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat,” tuturnya.


Melalui rakor ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap Gerakan Selamatkan Pangan semakin masif, terukur, dan menyampaikan laporan harian melalui platform digital stop boros pangan (SBP) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menekan pemborosan pangan dan mengurangi limbah makanan di daerah. (Ilham).

0 Komentar

© Copyright 2022 - Info lampung, loker lampung, lowongan lampung, kuliner lampung