Breaking News! IHSG Ambruk 6,1% Pagi Ini, Netizen: Awali Pagi dengan Merah Merona #IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat penurunan tajam di awal perdagangan pagi ini. IHSG dibuka turun sebesar 6,1% ke level 8.428 yang sebelumnya di level 8.393, menandai salah satu koreksi terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Pantauan di berbagai aplikasi pasar modal menunjukkan tekanan jual yang sangat kuat sejak pembukaan, dengan hampir semua sektor saham berada di zona merah.
Reaksi Netizen di berbagai aplikasi pasar modal. Sejumlah investor ritel dan pelaku pasar pun turut mengungkapkan kekesalan dan kegelisahan mereka melalui akunnya. Beberapa komentar yang ramai diperbincangkan antara lain:
“Mengawali pagi dengan merah merona,” tulis salah satu netizen menggambarkan suasana pasar.
“Namanya juga hidup kadang di atas kadang di bawah, enakin aja dah,” ujar netizen lainnya mencoba memberi komentar santai.
"Ambruk semua ini gais wkwk," ujar netizen
Sejumlah komentar lain menyinggung situasi pasar dan faktor eksternal yang dianggap memicu tekanan jual.
Komentar-komentar ini menunjukkan bahwa sentimen pelaku pasar ritel cukup terpengaruh oleh pergerakan tajam IHSG pagi ini.
Salah satu pendorong utama tekanan pasar kali ini datang dari kebijakan global. MSCI (Morgan Stanley Capital International), penyedia indeks pasar modal global, mengumumkan pembekuan sementara terhadap sejumlah perubahan indeks yang melibatkan saham-saham Indonesia.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis pada Selasa (27/1/2026) malam waktu setempat atau Rabu dini hari waktu Indonesia, MSCI menyatakan keputusan ini diambil menyusul kekhawatiran sejumlah investor global terkait transparansi data kepemilikan saham dan aspek investabilitas pasar modal Indonesia.
"Diperlukan informasi lebih rinci tentang struktur kepemilikan saham, termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi untuk mendukung penilaian yang kuat terhadap saham beredar bebas dan kelayakan investasi di seluruh sekuritas Indonesia," tulis MSCI.
Keputusan pembekuan ini dinilai oleh pelaku pasar sebagai sinyal negatif, karena investor global sering menggunakan indeks MSCI sebagai acuan dalam menetapkan portofolio investasi lintas negara. (Ma/ik)

0 Komentar