Breaking News

Diduga Karena Sakit Hati, Pria di Daerah Lampung Bunuh Teman Wanitanya, Pelaku: Saya Menyesal

 


Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, S.I.K. menjelaskan kronologis pembunuhan FA (29), ibu rumah tangga, pada Sabtu, 16 Desember 2023, pukul 01.00 WIB, hingga penangkapan pelaku atas lapor ayah korban, yang melaporkan kejadian 6 jam setelah peristiwa tersebut.

“Meski dihadapkan pada kondisi TKP yang tidak steril, berhasil mengumpulkan bukti, termasuk sebuah batu bercak darah. Namun, hasil visum menyimpulkan bahwa korban tewas akibat pukulan benda tumpul, bukan batu tersebut,” kata AKBP Siswara Hadi Chandra, Rabu 20 Desember 2023.

Kapolres menyebut, penyelidikan lebih lanjut dibantu Subdit 3 Jatanras Polda Lampung serta didukung segenap masyarakat sebagai saksi maupun warga yang ikut membantu merunutkan kejadian, sehingga didapati fakta baru bahwa ada handphone korban yang hilang juga satu batang kasau yang biasa digunakan mengganjal pintu juga hilang.

Akhirnya berdasarkan keterangan-keterangan di lapangan serta teknik-teknik penyelidikan yang diterapkan dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, dan merangkai semuanya sehingga mengerucut kepada MS (41).

Tim kembali fokus untuk mendapatkan bukti-bukti, berbekal dari hasil visum yang menerangkan atau alat yang digunakan untuk membunuh korban, sehingga didapatilah alat berupa kayu kasau dari batang kelapa dengan bercak darah serta 2 helai rambut, yang kemudian dikirim ke Labfor.

“Alhamdulilah paska kejadian, berkat kersama, soliditas dan kolaborasi sehingga kejadian tersebut dapat diungkap pada hari Senin, 18 Desember 2023 malam,” jelasnya.

Lanjutnya, kronologis kejadian bermula tersangka menghubungi korban untuk bertemu di sekitar rumah korban, terjadi komunikasi dan salah faham yang membuat tersangka tersulut emosi dan sakit hati sehingga akhirnya menghabisi korban.

Setelah menghabisi korban, tersangka sempat pergi dan kembali ke rumah korban untuk memastikan kondisi disekitar TKP maupun kondisi korban bersamaan dengan mengambil HP dan membuang kayu pemukul.

Tersangka juga membantu mengurus jenazah. Tersangka pulang ke rumah mengemasi pakaian yang terkena bercak darah dan selanjutnya melarikan diri dari TKP paska mengikuti takjiah di hari pertama.

“Setelah dilakukan pendekatan kepada keluarga tersangka, melalui tindakan persuasif sehingga tersangka dapat diamankan setelah menyerahkan diri,” jelasnya.

Dalam sesi tanya jawab, Kapolres membeberkan bahwa latar Belakang pembunuhan seusai keterangan tersangka yang mengatakan bahwa antara antara korban dan tersangka yang dituangkan dalam BAP, mereka memiliki hubungan.

“Tersangka dan korban ada hubungan asmara, dan saat malam kejadian, ada terjadi suatu hal yang menyebabkan tersangka, sakit hati terhadap korban. Karena merasa sakit hati sehingga memukul korban di bagian belakang sekitar 10 kali dan visum menunjukan beberapa bekas benda tumpul,” bebernya.

Barang bukti kayu yang diamankan merupakan ganjal pintu belakang rumah korban, yang sempat dibuang ke dalam bekas sumur, sementara handphone korban dibuang di aliran sungai way semaka.

“Walaupun hp korban dibuang, kita sudah mendapatkan handphone tersangka yang nantinya akan digunakan teknis scientifikasi investigasion guna mengetahui percakapan korban dan tersangka, sehingga didapatkan data-data yang kita butuhkan,” jelasnya.

Ditambahkannya, barang bukti keseluruhan yang disita berupa satu meter balok kayu kelapa ukuran 5×5 cm dengan terdapat 2 helai rambut, pakaian dan hp tersangka, pakaian tidur korban dan kotak handphone realmi C3.

“Terhadap tersangka dipersangkakan pasal 348 KUHPidana tentang Pembunuhan dan 338 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana ancaman maksimal hukuman seumur hidup,” tandasnya.

Sementara itu tersangka, mengakui perbuatannnya membunuh korban di luar rumah yakni disamping, korban sekali pukul dan setelah terjatuh lalu kembali dipukul berkali-kali.

“Kita udah janjian dulu via handphone, yang tidur di dalam rumah itu bapaknya, ibunya dan 2 orang anaknya,” kata Timin.

Timin mengaku sebelum kejadian ia merasa terhina sebab korban mengatakan sesuatu yang tidak enak didengar termasuk membicarakan istrinya.

“Korban juga pernah bilang, istrimu gemuk dikasih makan ayam, sehingga saya spontan memukul korban,” ujarnya.

Ditambahkannya, korban dan istrinya sebenarnya berteman baik. Dipenghujung keterangannya, dia mengaku menyesali perbuatannya sehingga dia berfikir menyerahkan diri termasuk dukungan istri yang memintanya menyerahkan diri.

“Saya sangat menyesal, takut ya menyesal kenapa sampai saya bunuh. Lalu saya kabur ke tempat mertua, hingga akhirnya saya memilih menyerahkan diri juga atas dorongan istri saya,” tutupnya. (Pu/ik)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Berita Lampung, Info lampung, Wisata Lampung, Loker Lampung, lowongan lampung, kuliner lampung