Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Rabu, Oktober 5

Terkait Isu Pertalite Menjadi Lebih Boros Pasca Penyesuaian Harga, Ini Penjelasan Dirjen Minyak & Gas

 



Terkait isu bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menjadi lebih boros pasca penyesuaian harga, masyarakat diminta tak khawatir karna Pemerintah telah lakukan pengujian secara teknis terkait standar dan mutu BBM khususnya jenis Pertalite, hal itu disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji di Jakarta, Selasa (4/10).


Tutuka menjelaskan, terkait isu Pertalite jadi lebih boros pasca penyesuaian harga, Pemerintah telah meminta  LEMIGAS untuk melakukan pengujian secara teknis terkait standar dan mutu dari Pertalite sesuai Keputusan Direktur Jenderal (Kepdirjen) Migas No. 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Bensin RON 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri. Sampel BBM jenis Pertalite telah diambil langsung oleh Tim LEMIGAS pada beberapa SPBU di Jakarta. Terhadap sampel BBM tersebut, selanjutnya dilakukan pengujian untuk mendapatkan kepastian mutu.


Untuk tahap awal, saat ini telah diambil sampel BBM jenis Pertalite di 6 SPBU di wilayah Jakarta yaitu SPBU Lenteng Agung, SPBU di Taman Mini (2 SPBU), SPBU Abdul Muis, SPBU di Sunter dan SPBU di S. Parman. “Sampel BBM Pertalite tersebut kemudian diuji di Balai Besar Pengujian Migas LEMIGAS Direktorat Jenderal Migas, dengan prosedur dan standar pengujian yang baku untuk 19 parameter uji,” papar dia.


Dari pengujian sampel BBM Pertalite di 6 SPBU tersebut, hasilnya telah memenuhi standar dan mutu (spesifikasi) BBM jenis bensin RON 90 yang dipasarkan di dalam negeri sebagaimana Keputusan Dirjen Migas Migas No. 0486.K/10/DJM.S/2017. “Dengan ini tidak terindikasi adanya batasan mutu off-spec. Semuanya on-spec,” tegas dia.


Selanjutnya, Pemerintah akan melanjutkan dan makin intensif melakukan pengawasan standar dan mutu BBM untuk mendapat kepastian mutu BBM di dalam negeri, dengan memperhatikan perkembangan teknologi, kemampuan produsen, kemampuan dan kebutuhan konsumen, keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan hidup. (Fe).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments