Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Selasa, Agustus 23

Pelajar di Lampura Ini Merasa Sedih, Karna di Kelasnya Cuma Bertiga, Ia Ingin Banyak Teman



Memiliki banyak teman adalah salah satu kesenangan, namun saja jika di sekolah satu kelas hanya 3 (tiga) siswa saja, bikin pelajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukoharjo, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) ini, merasa sedih 😭 . Pasalnya,  di sekolah ini, menerima tiga murid pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022 ini.


Kondisi sekolah ini pun, terbilang memprihatinkan, perlu bantuan untuk dapat direnovasi, karena di ruang kelas ada plafon bolong.


Ketiga murid itu terdiri dari dua pelajar siswa laki-laki yaitu Reza Wijaya Radika serta Alif Agung Pratama dan seorang siswi Putri Ayu Larasati.


Lantas, gimana kondisi belajar mereka yang hanya tiga murid dan seorang guru dalam sebuah ruang kelas? Walau hanya tiga murid, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bersama Sofiatun wali kelasnya tetap berjalan lancar.


Seperti yang diutarakan Reza Wijaya salah seorang murid tersebut, meski hanya belajar bersama kedua rekan sekolahnya, dia mengaku tetap bersemangat dalam menimba ilmu. Itu terbukti dari catatan absensi kehadiran pada dewan guru.


"Sepi, kepinginnya banyak teman," ujar murid itu ketika ditanya wartawan pada Senin, (22/8).


Meski hanya mengajar tiga murid, Sofiatun sebagai wali kelas mereka juga tetap profesional untuk mencerdaskan anak bangsa ini. "Kamikan hanya menjalankan tugas, berapapun muridnya yang datang tetap kami ajar," katanya.


Sementara itu, Sri Sulastri Kepala SDN Sukoharjo menduga minimnya pelajar yang mereka peroleh lantaran jumlah penduduk yang juga sedikit, hanya berkisar 700 Kartu Keluarga saja.


"Menurut saya karena disinikan penduduknya sedikit, selain itu sekolah disini banyak. Sebenarnya kondisi seperti ini sudah dari tahun-tahun sebelumnya terjadi, namun yang paling sedikit tahun ini," ungkapnya.


Padahal, sebelum berlangsung tahapan PPDB pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hingga menyebar iklan banner penerimaan siswa didik baru.


"Sebelumnya kami juga sudah mengumpulkan wali untuk sosialisasi. Kondisi inikan memang agak berbeda tidak lazim dengan sekolah lainnya, tapi ya belajar mengajar tetap aktif seperti biasanya," tandas Sri Sulastri. (Reky/ik).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments