Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Senin, Juli 18

Bulan Juli 2022 Ini, Rupiah Makin Melemah, Hingga Tembus 15 Ribu, Bitcoin pun Masih Keadaan Anjlok

 



Pada Bulan Juli 2022, Pelemahan rupiah makin mendalam setelah  melewati beberapa level, hingga akhirnya pada tanggal 14 Juli 22 tembus di angka Rp. 15.045 per dollar Amerika Serikat (USA).


Kurs dollar ini, menunjukan spot rupiah melemah, yang mana jika dilihat dari data indeks rupiah ke dollar pada 1 Januari 2022 masih diharga Rp.14.242 per dollar USA.


Berdasarkan data, bahwa rupiah sempat mengalami kenaikan dan juga penurunan dilihat dari indeks pada bulan Januari s.d Juli 2022, namun saja pada saat memasuki bulan Juni 2022 s.d Juli 2022 ada pelemahan yang semakin dalam.


Posisi rupiah mencapai level kuat di awal bulan Juni 2022, namunn saja beberapa hari kemudian dan hingga pada tanggal 14 Juli 2022 rupiah makin melemah mencapai Rp. 15.045 per 1 dollar Amerika Serikat (USA).


Lalu pada tanggal 18 Juli 2022, rupiah perlahan mulai menguat, hingga di angka Rp. 14.974 per dollar Amerika Serikat (USA).


Sementara dilain sisi di mata uang kripto, harga Bitcoin pun pada bulan Juli 2022 ini, masih dalam keadaan yang anjlok dan belum ada tanda-tanda kenaikan.


Update data pada tanggal 18 Juli 2022, Rp. 313.938.592 per satu Bitcoin (BTC), yang mana dibulan Maret 2022 sempat berada pada Rp. 680.401.631 per bitcoinnya, namun beberapa hari setelah itu, hingga di bulan Juli 2022 alami keanjlokan yang cukup tajam.


Melihat kondisi seperti ini, para pengamat saham tentu, kaitkan gejolak melemahnya rupiah ini, adalah momentum yang mungkin disebabkan dampak dari The Fed, yang menaikan suku bunganya.


Sempat beredar informasi sinyal kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) makin menguat. 


Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic menyebut The Fed harus menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi yang berada di level tertinggi dalam 40 tahun. 


"Semuanya dalam permainan. Angka hari ini menunjukkan lintasan yang tidak bergerak secara positif. Pertanyaan berikutnya adalah seberapa banyak saya (Fed) perlu beradaptasi,” kata Raphael Bostic Presiden The Fed Atlanta ketika ditanya tentang kemungkinan itu pada Rabu (13/7/22) mengutip Antara. (Red).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments