Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Selasa, Juli 26

2 Selebgram dan 25 Admin Judi Online Diamankan, Polisi Sebut Ancaman Maks 6 Tahun Penjara

 



2 orang selebgram dan 25 Admin sebagai tersangka dalam perkara judi online, diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung. 


"Dua orang tersangka selebgram yang kita amankan tersebut A.n ASR dan AYP," ujar Kapolda Lampung Irjen Pol Akhmad Wiyagus diwakili oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto, menyampaikan hal tersebut saat melakukan Konferensi pers di Aula GSG Presisi Mapolda Lampung, Selasa (26/7/2022). 


Tersangka ASR ditangkap pada 14 Juli 2022 di Bandarlampung sedangkan tersangka AYP, "kami tangkap pada 21 Juli 2022 di wilayah Kecamatan Banyumanik , Semarang, Jawa Tengah," ujar ia.


Lanjutnya, Tanggal 23 Juli 2022, dilakukan pengembangan kasus, dari hasil pengembangan kasus tersebut, personil Subdit V Siber Ditreskrimsus, melakukan penangkapan di wilayah Panongan Tangerang Banten, di Cikupa, Kabupaten Tangerang.


Dari hasil penangkapan tersebut, tim Siber berhasil mengamankan 25 org Admin Marketing Judi Online Jitu 189, Mawar 189 dan Vivamaster 78. "Jadi total pelaku judi online, ada 27 orang yang sudah kita amankan," sebutnya. 


Subiyanto menambahkan, sebanyak 27 tersangka tersebut memiliki peran masing-masing. Mereka dalam melancarkan aksinya ada yang berperan mempromosikan situs judi online (selebgram), berperan mengajak sebagai atau mencari influencer untuk mempromosikan situs judi online, berperan sebagai leader atau marketing situs judi online, dan sebagai anggota marketing situs judi online. 


Subiyanto menjelaskan, terhadap para tersangka ini, terancam atas tindak pidana perjudian Online sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi

Elektronik. "Dengan ancaman Pidana Penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau

denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)," tutur dia. (F).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments