Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Mau Investasi? Gabung Dibawah ini

Senin, Oktober 25

Terkait Aturan Wajib PCR Calon Penumpang Pesawat, Anggota DPR Nilai Beratkan Penumpang

 

Terkait aturan wajib tes PCR bagi calon penumpang maskapal penerbangan di Pulau Jawa dan Bali serta daerah PPKM level 3 lainnya kontraproduktif dengan membangkitkan perekonomian, Anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama menilai aturan itu, memberatkan calon penumpang pesawat karena selain biayanya relatif mahal calon penumpang juga sudah menjalani vaksinasi Covid-19.
.
.
“Aturan ini menjadi tidak relevan bila diterapkan di daerah PPKM level 1 dan 2. Di sana kondisinya sudah membaik, kasus positif sudah jauh berkurang. Bahkan jumlah vaksinasi di daerah tersebut dapat dikatakan cukup tinggi. Terlebih, aturan yang hanya diterapkan pada sektor penerbangan menjadi sangat diskriminatif," ujar Suryadi dalam siaran pers, Senin (25/10/2021).
.
.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini melihat adanya ironi jika ketentuan penerbangan malah diperketat di kondisi pandemi Covid-19 yang sudah membaik saat ini. 
.
.
Menurut Suryadi, pada perjalanan udara relatif lebih singkat daripda perjalanan darat, lalu interaksi antar penumpang justru bisa diminimalisir pada angkutan udara.
.
.
"Pesawat saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi HEPA (High Efficiency Particulate Air) yang memungkinkan siklus filtrasi udara setiap tiga menit sekali. Dengan demikian, ungkap Suryadi, risiko penumpang pesawat tertular Covid-19 melalui udara seharusnya dapat berkurang," katanya.
.
.
Terkait harga tes PCR lebih tinggi dari harga tiket beberapa rute dan maskapai penerbangan, menurut Suryadi, Seharusnya Pemerintah harus menurunkan harga tes PCR terlebih dahulu, supaya harganya bisa lebih terjangkau bagi warga. (Red)


Artikel Terkait

Comments
0 Comments