Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Mau Investasi? Gabung Dibawah ini

Sabtu, September 4

Kunjungan Kerja Presiden Jokowi ke SMAN 2 Bandar Lampung Jadi Catatan Sejarah dan Kebanggaan



Kunjungan Kerja Presiden Jokowi ke SMAN 2 Bandar Lampung Jadi Catatan Sejarah dan Kebanggaan



Kunjungan kerja Presiden Jokowi ke SMAN 2 Bandar Lampung (Smanda), Kamis (2/9), menjadi catatan sejarah dan kehormatan bagi sekolah, hal itu disampaikan Waka Humas SMAN 2 Bandar Lampung, Edi Pritiyono, S. Pd.


”Alhamdulliah, kami bersyukur karena ini sebuah sejarah, dan kehormatan, kebanggaan kita bisa dikunjungi oleh Presiden Jokowi terkait dengan vaksinasi masal untuk pelajar, ini tentu memberikan banyak motivasi dan evaluasi kedepan, sehingga kami terus menjadi lebih baik,” kata Edi Pritiyono, S. Pd kepada Infokyai.


Edi menjelaskan bahwa vaksinasi tersebut tidak hanya untuk pelajar Smanda saja, melainkan juga ada untuk pelajar dari sekolah lain ya, seperti SMAN 1 Bandar Lampung dan SMKN 4 Bandar Lampung.


“Tadi yang habis di vaksin ada 400 siswa, terdiri dari 200 siswa dari SMAN 2, 100 Siswa dari SMAN 1, dan 100 siswa dari SMK N 4,” ujarnya.


Dari 200 Siswa SMAN 2 Bandar Lampung hanya untuk kelas 12 saja, menurut penjelasan Edi, hal ini karena sesuai permintaan dari protokol istana. “Yang hari ini kami fokuskan kelas 12, itupun sesuai permintaan dari protokol istana 200 orang,” tuturnya.


Rencana kedepan, pihak sekolah sudah berencana untuk vaksinasi seluruh pelajar Smanda & sedang dalam proses bertahap. 


Dalam masa pandemi ini, pelajar dituntut belajar daring, tentu akan membawa suasana yang berbeda dibandingkan dengan sistem dari belajar tatap muka. Namun disisi lain pelajar bisa lebih memahami teknologi. Edi berpesan kepada siswanya untuk tetap semangat belajar meskipun secara daring.


Menurut Edi nanti kedepannya pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka, namun saja dilakukan terbatas.


”Kalau pun nanti bisa tatap muka tentu akan terbatas, tidak bisa semua nya, sekitar 50 %, tapi kembali lagi kami mengikuti Dinas Pendidikan Provinsi Lampung,” paparnya. (Tio).


Artikel Terkait

Comments
0 Comments