Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Mau Investasi? Gabung Dibawah ini

Sabtu, Mei 15

Puluhan Warga yang Diamankan di Orgen Tunggal Semaka di Tes SWAB dan Test Urine, Hasilnya.?

 


Puluhan Warga yang Diamankan di Orgen Tunggal Semaka di Tes SWAB dan Test Urine, Hasilnya.?



Puluhan warga yang diamankan yakni ada 23 orang disaat orgen tunggal di Kec. Semaka, Polres Tanggamus dan Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas Kota Agung melakukan Test SWAB antigen dan pemeriksaan urine.


Kasatreskrim Polres Tanggamus Iptu Ramon Zamora, SH sebut, Tes SWAB dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Kapolres Tanggamus sebagai antisipasi dan pencegahan Covid-19 pada kerumunan orgen tunggal yang dibubarkan.


"Hari ini, kami langsung lakukan swabtest. Hasilnya ke 23 orang dinyatakan Negatif Covid-19, namun hasil test urine tadi pagi diketahui 4 orang positif mengkonsumsi sabu," kata Iptu Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK., Sabtu (15/5/21) siang.


Lanjutnya, terhadap ke 4 orang yang urinenya mengandung metafetamine sedang dilakukan pemeriksaan oleh Satresnarkoba Polres Tanggamus serta pengembangan terhadap penyedia sabu dimaksud.


"Sementara 4 orang urinenya positif metafetamine, sedang dilakukan pemeriksaan dan pengembangan oleh Satresnarkoba," tandasnya.


Sebelumnya diberitakan, upaya represif personel gabungan Polres Tanggamus, Kodim 0424 Tanggamus dan Satgas Covid-19 membubarkan paksa kegiatan keramaian berupa hiburan orgen tunggal di  Kecamatan Semaka, Tanggamus, Sabtu (15/5/21).


Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK dan Dandim Letkol Inf. Arman Aris Sallo berhasil mengamankan 23 orang, alat orgen tunggal berhasil diamankan serta dibawa ke Polres Tanggamus.


Saat ini 23 orang tersebut masih dalam pemeriksaan secara marathon oleh Satreskrim dan Satresnarkoba guna proses pengembangan maupun penyelidikan lebih lanjut. 


Terhadap mereka tersebut dapat dikenakan Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan atau junto Pasal 510 KUHP. (Red)



Artikel Terkait

Comments
0 Comments