Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Senin, April 5

Janjikan Bisa Masukin Honorer, Ehh Ternyata Penipu, Wanita di Lampung Telah Ditangkap Polisi

 


Janjikan Bisa Masukin Honorer, Ehh Ternyata Penipu, Wanita di Lampung Telah Ditangkap Polisi



Janjikan bisa bantu naik eselon dan memasukan honor di Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Lampung, seorang wanita inisial NL (36) warga Bandar Lampung ini ditangkap polisi.


Berdasarkan laporan korbannya ke Polresta Bandar Lampung, dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/712/III/2021/LPG/SPKT Resta Balam tanggal 27 Maret 2021. NL  yang merupakan ASN di Lampung Utara ditangkap Satreskrim Polresta Bandar Lampung karena menipu puluhan orang dengan kerugian mencapai Rp569 juta.


Wakasat Reskrim Polresta Bandarlampung IPTU Djoni Apriyadi menjelaskan, kejadian tersebut berawal pada Minggu tanggal 28 Maret 2021. Dimana pihaknya mengamankan Nona Lestari dikediamannya.


"Awalnya memang pelaku NL ini modusnya bisa mengurus jabatan eselon III. Atas korban Y. Dimana Y ini dimintai uang setor sebesar Rp140 juta. Yang nantinya akan di transfer ke rekening pelaku" Kata Iptu Doni, Sabtu, (3/4/21).


Lanjutnya, Pelaku pula meminta  seorang berinisial Y merekrut orang yang minat jadi honorer Y mau turuti kemauan NL, karena juga dijanjikan bisa naik jabatan ke eselon III, namun Y harus tetap bayar.


"Pelaku ini meminta setoran sejumlah uang ke orang-orang itu. Dengan jumlah yang bervariasi. Sehingga korban mencapai 24 orang,”Ujarnya.


Dari korban-korban yang hendak masuk honor Pol PP itu, pelaku menargetkan satu orang korban Rp3 sampai Rp4 juta. 


“Jadi total kerugian semua korbannya ini sekitar Rp569 juta. Uang yang pelaku dapatkan itu digunakannya untuk keperluan pribadi,”Ucapnya. 


Tambah Kata Iptu Doni, Atas penangkapan pelaku itu, pihak kepolisian menyita beberapa barang bukti seperti dua lembar kwitansi, hasil transaksi pelaku dan para korban.


"Pelaku akan dikenakan Pasal 378 KUHPidana atau Pasal 372 KUHPidana penipuan atau penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara."Tutupnya. (Ik).



Artikel Terkait

Comments
0 Comments