Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Kamis, Agustus 27

Ancam Santet, Mahasiswa Paksa Siswi Kirim Foto dan Video Bugil




Dengan modus berkenalan di Facebook dan WhatsApp, pria berstatus sebagai mahasiswa, RK (22) berhasil memaksa dan menipu belasan gadis SMP untuk mengirimkan foto dan video bugilnya.


RK merupakan warga Lampung Selatan itu menggunakan foto dan video tersebut sebagai koleksi untuk berfantasi seksual.


Melansir kompas.com, akibatnya, RK ditangkap polisi karena telah menyimpan bahkan menyebarkan foto dan video gadis SMP yang masih di bawah umur.


Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Pol Nunung Syafrudin mengatakan RK awalnya menggunakan akun Facebook (FB) palsu untuk berkenalan dengan korban.


Untuk melancarkan aksinya, RK mengaku sebagai seorang perempuan.


Setelah mendapatkan nomor ponsel korban, RK mulai mengobrol melalui WhatsApp.


"Dengan bujuk rayu, pelaku meminta korbannya untuk mengirimkan foto dan video tanpa busana," kata Nunung kepada wartawan di Mapolda Banten, Rabu (26/8/2020).


RK juga menakut-nakuti dengan ancaman santet jika korban tidak mau menuruti perintah.


Pelaku juga mengancam akan menyebarkan video dan foto bugil korban melalui Facebook milik korban.


Dengan modus-modus tersebut, RK sudah menipu 14 gadis SMP.


"Korbannya ada 14 orang, semuanya masih di bawah umur. Tapi kita masih mendalami," kata Nunung.


Adapun foto dan video bugil korban disimpan pelaku untuk berfantasi.


"Selain koleksi, pelaku juga menggunakan foto dan video untuk mastrubasi," ujar Nunung.


Polisi pun akan memeriksa kejiwaan pelaku karena seluruh korbannya merupakan anak-anak.


Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni pasal 37 Undang-undang RI no 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 76 i Undang-undang RI nomor 23 tahun 2020 tentang Perlindungan Anak.


Selain itu, pelaku dikenai Pasal 45 ayat (1) Jo 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (*)

Loading...

Artikel Terkait

Comments
0 Comments