Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Rabu, Februari 12

Pasien BPJS Meninggal Diduga Telantar di RSUD Abdoel Moeloek, YLHBR: Harus Ada Pembenahan



Pasien BPJS Meninggal Diduga Telantar di RSUD Abdoel Moeloek, YLHBR: Harus Ada Pembenahan




Persoalan pasien BPJS yang meninggal dunia diduga terlantar di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) hangat menjadi perbincangan.

Bahkan, Yayasan Lembaga Hukum Bela Rakyat (YLHBR) atau yang biasa di kenal Advokat Bela Rakyat (ABR) ikut menanggapi terkait persoalan tersebut.

Hermawan selaku Pembina ABR Lampung mengatakan kejadian itu kembali menjadi catatan buruk pelayanan RSUDAM.

"Buruknya pelayananan Rumah Sakit kebanggaan kita menjadi sorotan masyarakat, karena RSUDAM adalah satu-satunya RS rujukan terbaik yang ada di Lampung. Kejadian buruknya pelayanan seperti ini bukanlah yang pertama, maka dari itu harus ada pembenahan dari segi sistem maupun Sumber Daya Manusia (SDM) RSUDAM" ungkap Hermawan kepada media di ruang kerjanya, Bandar Lampung, Selasa (11/2). 

Menurutnya, RSUDAM jangan hanya membangun fasilitas dan gedungnya saja, tapi juga harus membangun SDM yang dapat menjalankan tugasnya dengan tulus tanpa pandang bulu.

"Kita akui saat ini fasilitas alat-alat canggih sudah ada di RSUDAM. Namun, semua itu harus sinkron dengan kualitas SDM yang bertugas. Untuk apa alat canggih, gedung tinggi, namun pelayananya masih banyak dikeluhkan masyarakat yang berobat."Ujar Hermawan yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Provinsi Lampung ini.

Sambungnya "Masyarakat yang datang pastinya berharap dapat pelayanan prima dari Rumah Sakit. Namun, faktanya ada saja kabar yang kurang sedap atas buruknya pelayananan RSUDAM. Kami mengecam kejadian ini, jika memang terbukti ada kesalahan atau kelalaian dari pihak RSUDAM ABR akan membawa kasus ini ke ranah hukum, agar oknum yang memang tidak menjalankan SOP Rumah Sakit dengan baik dapat diberikan sanksi yang tegas sesuai dengan aturan yang ada," (red)

Loading...

Artikel Terkait

Comments
0 Comments