Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Selasa, Oktober 22

Prabowo Calon Menhan, PA 212 Beri Target 100 Hari Kerja untuk dapat Pulangkan Habib Rizieq




Prabowo Calon Menhan, PA 212 Beri Target 100 Hari Kerja untuk dapat Pulangkan Habib Rizieq 


Prabowo Subianto siap menjadi calon Menteri bidang Pertahanan di kabinet jilid II Presiden Jokowi.

Terkait hal itu, Persaudaraan Alumni (PA) 212 angkat bicara.

Juru bicara PA 212, Habib Novel Bamukmin, mengaku paham dengan kondisi Prabowo karena latar belakangnya sebagai politikus. Ia memaklumi jika Prabowo memilih bergabung di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Buat saya maklumlah kan Prabowo selain politikus kan pedagang juga, mungkin kalkulasinya yang dipakai kalkulasi dagang kali, bukan kalkulasi pejuang, karena kalau kalkulasi dagang ada peluang diterjang, yang penting untung atau balik modal, lumayan lah. Sedangkan kami pejuang, ada atau tidak ada peluang, kami PA 212 tetap berjuang sampai keadilan tegak dan jelas tidak akan berkoalisi dengan kedzoliman, kecurangan dan kemungkaran," ujar Novel melalui pesan singkat, Senin (21/10/19) malam hari sebagaimana dilansir detik.com.

Novel mengatakan akan memberi target 100 hari kerja kepada Prabowo jika benar menjadi Menteri Pertahanan (Menhan). Salah satu target itu adalah memulangkan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Namun mungkin kami masih bisa berharap 100 hari ke depan PS (Prabowo Subianto) dan orang-orangnya (yang) bekerja, bisa menghasilkan apa yang kami perjuangkan agar ulama kami ( yang ditangkap) semua di SP3, juga HRS bisa kembali, serta usut hilangnya nyawa para mujahid politik dari pemilu sampai demo mahasiswa dan pelajar kemarin," katanya.

Jika tidak, Novel menegaskan akan menjadi oposisi kepada Prabowo. "Akan tetapi kalau 100 hari ke depan tidak ada upaya itu, maka sikap kami jelas menjadi oposisi kritis Prabowo, yang saya anggap PS telah kumat kembali ke penyakit lamanya," katanya. (*)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments