Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Jumat, September 27

BEM Unila Kencam Menristekdikti yang Ingin Mengekang Mahasiswa




BEM Unila Kencam Menristekdikti yang Ingin Mengekang Mahasiswa


Terkait pemberitaan yang tengah beredar saat ini mengenai persoalan Menristekdikti akan berikan sanksi kepada Perguruan Tinggi yang memberikan izin mahasiswa untuk unjuk rasa atau demo.

Menanggapi hal itu, Presiden Mahasiswa Universitas Lampung Fajar Agung Pangestu pun angkat bicara.

Fajar mengecam Menristekdikti bilamana gerakan mahasiswa dikekang dengan adanya persoalan Perguruan Tinggi akan diberi sanksi.

"Mengecam Menristekdikti yang ingin mengekang gerakan mahasiswa melalui sanksi kepada rektor yang mengizinkan mahasiswa demonstrasi"Kata Fajar, Kamis (26/9/2019).

Sambungnya "Menolak segala bentuk intervensi dari pihak manapun yang ingin melemahkan gerakan mahasiswa"

Fajar pun mengimbau kepada seluruh Rektor dan Dosen agar tidak takut akan adanya sanksi yang diberikan oleh Menristekdikti.

"Apabila Menristekdikti memberikan sanksi kepada Rektor maka kami akan mengosongkan ruang kuliah."tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Perbincangan hangat terkait aksi demo masih ramai diperbincangkan, bahkan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan (Menristekdikti) Mohammad Nasir pun angkat bicara.

Nasir pun menegaskan bahwasanya Perguruan Tinggi yang mendorong mahasiswanya untuk melakukan unjuk rasa atau demonstrasi bisa terkena sanksi.

Bahkan, jika ada dosen yang terbukti mendorong mahasiswa untuk unjuk rasa, maka rektor yang harus bertanggung jawab.

"Saya sudah perintahkan, dirjen pembelajaran untuk menyampaikan keseluruh Rektor yang ada di Perguruan Tinggi Indonesia, jangan sampai menggerakkan mahasiswa ke demo lapangan ajaklah dialog dengan baik"Kata Nasir di Istana, Kamis (26/9).

Nasir pun mengingatkan bilamana ada Perguruan Tinggi yang terbukti melakukan hal itu, maka akan diberikan sanksi.

"Sanksi yang kita lakukan sanksi keras yang kami lakukan ada dua, bisa dalam hal ini peringatan itulah , SP1 SP2,"Ujarnya (*)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments