Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Jumat, Agustus 30

Ada Kapal yang masuk Area Gunung Anak Krakatau, Warga Minta Pemerintah Bertindak


Ada Kapal yang masuk Area Gunung Anak Krakatau, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Terkait adanya kapal yang masuk ke area kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK). Masyarakat Pulau Sebesi dan sekitarnya meminta Pihak Pemerintah bertindak tegas terkait peristiwa tersebut.

Terlihat seperti video yang infokyai tayangkan, menunjukkan ada kapal yang tengah masuk ke area GAK, dan Masyarakat pun menyidak langsung kapal yang masuk tersebut.

"Kejadiannya tanggal 29 Agustus, jam 5 sore"Kata Umar Krakatau kepada infokyai, Jum'at (30/8/2019) melalui via WhatsApp.

Umar bersama warga pun merasa kecewa, dengan adanya kapal yang masuk ke area GAK. Karena jarak kapal tersebut bukan lagi 7 mil, melainkan perkiraan sudah memasuki 0.5 KM dari area GAK.

"Masuk ke kawasan dapat merusak alam, padahal sosialisasi dengan di balai desa kemarin hanya sekitar 7 mil atau ga 10 mil. Tapi liat sidaknya itu, kenyataan kemarin bukan 7 mil lagi, sangat dekat"Ujar Umar.

Umar berharap pihak pemerintah dapat mengambil langkah cepat dan bertindak tegas dengan adanya kapal yang masuk ke area GAK.

"Kami harapkan untuk instansi pemerintah terkait agar dapat Ditindaklanjuti. Tentang penambangan pasir yang berada disekitar anak gunung Krakatau dan sekitarnya. Agar ditindak tegas siapa pun mereka"Harap Umar.

Umar pun menegaskan mewakili masyarakat Pulau Sebesi mengaku merasa tidak setuju dengan adanya penambangan pasir di kawasan GAK. "Karena kami warga masyarakat Pulau Sebesi dan khususnya masyarakat Lampung tidak setuju dengan adanya penambangan pasir di kawasan alam Indonesia kami"Tegas Umar. (Red)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments