Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Kamis, Oktober 18

Sering Mengomentari Makanan? Jangan Sepelekan, Ini Hukumnya dalam Islam


Sering Mengomentari Makanan? Jangan Sepelekan, Ini Hukumnya dalam Islam

Infokyai.com - Makanan merupakan salah satu hal yang seringkali dilihat, bahkan bilamana makanan itu berwarna-warni bentuknya, aduhai sangat menggoda selera pastinya untuk mencicipi.
.
.
Terkadang, dari apa yang dilihatnya indah belum tentu rasanya juga terkesan enak. Bahkan bilamana bentuk tidak seperti apa yang dibayangkan rasanya, diantaranya ada yang langsung mengomentari makanan itu, ilustrasikan sebagai berikut:
.
.
Si A melihat sebuah makanan yang indah bentuknya, dan ketika ia hampiri wanginya pun sangat menggoda.
.
.
Namun setelah Si A cicipi, dia pun termenung sejenak, dan mengucapkan "aduh, kok asem ia! Padahal bentuk dan wanginya menggoda lho"Ujarnya
.
.
Ingatlah, jangan berpikir, mengomentari makanan hanya terkait penilaian enak, tidak enak, menjijikkan, atau komentar miring lainnya.
.
.
Ternyata lebih dari itu. Sebatas menyebut asin, kurang asin, kemanisan, kecut, yang umum diantaranya dilakukan masyarakat kita, ternyata masuk dalam cakupan hadis berikut ini : Sahabat Abu Hurairah RA menceritakan, " Nabi SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau selera maka beliau memakannya, dan jika tidak selera maka beliau tinggalkan." (HR. Ahmad 9755, Bukhari 3563 dan Muslim 5504)
.
.
Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan hadis ini,“Hal ini (tidak mencela makanan) termasuk adab makan yang ditekankan. Dan mencela makanan yaitu seperti ia berkata, “Ini keasinan”, “Kurang asin”, “Kecut”, “Terlalu lembut”, “Masih kasar”, “Belum masak”, dan yang semisalnya.” (al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim, 14/26).
.
.
Oleh itu, sebaiknya jauhkanlah komentar miring / cenderung negatif terhadap sesuatu makanan, bilamana tidak suka, sebaiknya diam ataupun katakanlah yang baik. Kita bisa lihat untuk kejadian beliau disuguhi daging dhab. 
Kholid bertanya, “Apakah dhob itu haram, ya Rasulullah?’. .
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak, namun dhob ini tidak ada di kampungku, sehingga aku kurang berselera”. .
Kata Kholid, “Akupun mengambilnya lalu menyantapnya, dan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam hanya memandangku” (HR. Bukhari 5391)
.
Semoga kita semua, selalu dibimbing ke jalan yang lurus, dan bisa lebih mudah mengikuti semua sunnah beliau.Aamiin(*)
.
.
#infokyai #sunnah

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...