Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di Gink Tech KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Minggu, Juni 3

Di Tugu Adipura ABR Akan Kembali Gaungkan #2019 Ganti Presiden



Di Tugu Adipura ABR Akan Kembali Gaungkan #2019 Ganti Presiden

BANDAR LAMPUNG -- Dalam rangka mempererat tali silaturrahmi di bulan suci ramadhan, Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Lampung menggelar acara buka puasa bersama seluruh pengurus yang juga tergabung dalam komunitas Advokat Bela Rakyat (ABR), di kampoeng Bamboe Bandar Lampung, Sabtu (2/7/2018). 


Dalam acara tersebut terselip senyum canda tawa antar pengusrus APSI yang mana biasanya dalam keseharian berprofesi sebagai pengacara itu dituntut harus serius dalam menangani setiap permasalahan yang ada.

Tidak hanya itu, Pengurus Wilayah APSI Lampung yang dikomandoi oleh Hermawan juga melakukan evaluasi dan program kerja APSI Lampung ke depan.

Disela-sela kehangatan yang berlangsung pada acara buka puasa bersama itu, Hermawan yang juga Koordinator Advokat Bela Rakyat (ABR ), terus menggaungkan tagar #2019GantiPresiden. Minggu, 3 Juni 2018 pagi, rencananya perkumpulan para advokat ini akan kembali menggelar aksi di Tugu Adipura, Bandar Lampung.


"Kami akan terus mengkampanyekan agar masyarakat cerdas dalam memilih pemimpin. Jangan mengulang kesalahan yang sama," ujar Hermawan, Koordinator ABR kepada awak media yang hadir dalam acara Bukber di salah satu Rumah Makan di Bandarlampung itu.

Kata Hermawan, penegakan hukum yang berkeadilan akan menciptakan kehidupan demokrasi yang sehat.

"Kita tidak bisa menerima, bila hukum diperalat oleh pihak manapun. Demokrasi jadi kacau. Jadi anarkis," ujarnya.

ABR, ujar mantan Ketua HMI Bandarlampung ini lahir dari pergulatan pemikiran atas realita yang terjadi jadi selama ini.

"Kami sebagai advokat, tentu menemukan banyak hal di lapangan. Kita diskusikan dengan teman-teman. Lahirlah ABR," ujarnya. 

Hermawan mengilustrasikan, kondisi kehidupan berbangsa pada saat ini, dimana hukum kerab lemah menjadi perlindungan bagi masyarakat.

"Orang seenaknya menista agama, bahkan berulang-ulang. Masalah yang ditimpakan kepada ulama muncul seperti hujan. Ada apa ini semua?," ujarnya.

Dilain sisi, ulama menjalankan tugasnya sebagai pendakwah. Menyampaikan ajaran agama yang benar malah dikriminalisasi, ujar Hermawan.

"Jangan terjadi orang membela hak malah jadi tersangka," ujarnya.

ABR, lanjut Hermawan, akan siap mendampingi masyarakat bila dipersalahkan ketika menggunakan kaos atau atribut #2019GantiPresiden.

"Demokrasi di Indonesia harus kita bangun berlandaskan hukum yang berkeadilan. Kita tidak ingin adanya tindakan anarkis dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat," ujar Hermawan seraya menyatakan, ABR akan membela para ustadz bila dikriminalisasi.(Putra/KN)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...