Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di Gink Tech KLIK DISINI

Butuh Cepat di Telkomsel KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Minggu, Mei 20

Mimpi Basah Saat Puasa, Apakah Batal? Ini Dia Penjelasannya

Via islamidia.com
Mimpi Basah Saat Puasa, Apakah Batal? Ini Dia Penjelasannya

Infokyai.com - Mimpi basah adalah salah satu hal yang alami yang kadangkali dirasakan oleh setiap pria ketika sedang tertidur, dan tiba - tiba keluarlah air mani yang pertanda bahwa si pria tersebut mengalami mimpi basah. Dalam kondisi ini, maka si pria dalam kondisi berhadast besar dan diwajibkan harus mandi Junub atau mandi wajib.

Baca Juga : 
Hukum Bersiwak di Siang Hari Bulan Ramadhan https://goo.gl/57Yt1S
Jika Ibu Menyusui Berpuasa Akankah Berdampak Pada ASI? https://goo.gl/SrFhsX

Saum / Puasa bagi orang islam (bahasa Arab: صوم, transliterasi: Shaum) adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Berpuasa (saum) merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Saum secara bahasa artinya menahan atau mencegah. seperti dilansir dari wikipedia.org, 

Nah, nah muncullah sebuah pertanyaan terkait hubungan mimpi basah, dan puasa, nah apakah jika mimpi basah saat puasa bisa membatalkan ? dikarenakan mimpi basah dimana kondisinya berhadast besar, dan apakah itu membatalkan puasa ? simak penjelasannya dibawah ini. 

Dilansir infokyai.com dari TribunnewsBogor.com, Imam Masjid Baitur Ridwan, Bogor Barat, M. Husen, mengatakan mimpi basah saat berpuasa tidak membatalkan puasa kita.

“Sesuatu yang tidak disengaja itu tidak akan membatalkan puasa. Cuma orang yang mengalami mimpi basah harus melakukan mandi junub,” kata M Husen kepada TribunnewsBogor.com

Orang yang mengalami mimpi basah saat puasa sebaiknya disegerakan untuk mandi junub, agar bisa melakukan salat wajib di waktu selanjutnya.

Adab mandi junub yakni niat, kemudian membasuh air ke seluruh bagian tubuh. Sementara untuk membasuh semua lubang tubuh itu hukumnya sunnah.

“Kalau mandi junub saat puasa itu cukup meratakan air ke seluruh tubuh. Cuma kalau dilakukan saat sedang tak berpuasa dianjurkan membasuh air ke semua lubang yang ada pada tubuh hukumnya sunnah,” ujar dia.

Pada hakekatnya, kata M Husein, orang yang memiliki hadas besar saat berbicara termasuk makruh, namun untuk menghilangkan kemakruhannya bisa dilakukan dengan berwudu.



Baca Juga : 
4 Kiat agar Puasa Ramadan Lebih Mudah untuk Ibu Menyusui https://goo.gl/TrUCYr
Ternyata Inilah Doa Buka Puasa Ramadhan yang Dibaca Nabi Muhammad SAW Dalam Tulisan Arab dan Latin https://goo.gl/K69PGe

“Makanya bila ada yang hadas besar, terutama suami istri yang sudah berhubungan intim pada malam hari ataupun yang mimpi basah, bisa ambil wudu dulu untuk menghilangkan kemakruhannya. Baru sebelum Subuh bisa mandi besar agar bisa melaksanakan salat,” kata dia. (*)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...