Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di Gink Tech KLIK DISINI

Butuh Cepat di Telkomsel KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Rabu, Agustus 15

Makan Gorengan saat Buka Puasa, Ini yang Terjadi Pada Tubuh, Kanker Mengintai

Ilustrasi | Foto Ist
Makan Gorengan saat Buka Puasa, Ini yang Terjadi Pada Tubuh, Kanker Mengintai

Infokyai.com - Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan aneka gorengan sebagai menu pembuka saat berbuka puasa.
Baca Juga : Puasa Ingin Tetap Sehat ? Ini dia Menu Sahurnya https://goo.gl/cuUSqQ
Menurut Ides Haeruman Taufik SKM, seorang ahli gizi dari Bandung gorengan lebih baik dikonsumsi saat sahur lantaran memiliki kandungan lemak yang tinggi.

Jika mengonsumsi lemak saat sahur, seorang muslim akan cukup kuat berpuasa lantaran masa metabolisme lemak berlangsung selama 9 jam.

"Makanan lemak memiliki gizi yang tinggi. Satu gram lemak akan menyuplai 9 kalori, dan kalau karbohidrat dan protein itu metabolismenya 4 jam, lemak 9 jam. Makanya kalau sahur harus ada makanan yang digoreng yang ada lemaknya," ungkapnya.

Penderita Maag Hindari Makanan Ini

Ada sejumlah makanan yang harus dihindari pengidap maag saat berpuasa.

Ides mengatakan pengidap maag harus menghindari makanan yang terlalu asam dan pedas.

Makanan yang mengandung gas seperti ubi dan bergetah pun perlu dijauhi.

"Makanan bergas seperti ubi itu untuk pegidap maag bisa memperparah lambungnya," ujarnya, saat ditemui di RSHS, Jumat (27/5/2018).

Ia menekankan pentingnya mengatur jumlah asupan kalori harian.

Jika di luar bulan ramadan asupan makanan berjumlah 1.500 kalori, di bulan ramadan pun asupan kalori harus sama.
Baca Juga :  Hutang Puasa Ramadhan Belum Dibayar, Namun Sudah Ramadhan Lagi ? https://goo.gl/NctHfB
"Permasalahannya ketika mengalami kekurangan kalori, dia akan memecah cadangan di otot dan hati dalam bentuk glikogen sehingga gula darah akan normal kembali. Tapi bagi pengidap diabetes, ini tidak bisa terjadi. Maka asupan kalori jumlahnya harus sama," katanya.(Tribunnews.com)

Bahaya Makan Gorengan saat Buka Puasa


Salah satu kebiasaan orang Indonesia ketika buka puasa adalah menyantap gorengan, mulai dari bakwan, risol, tempe goreng, tahu goreng, dan lainnya.

Gorengan menjadi menu wajib orang Indonesia saat buka puasa.

Jika tidak ada gorengan di menu buka puasa, rasanya agak aneh.

Namun, di balik kelezatannya, tersimpan dampak buruk bagi kesehatan jika Anda buka puasa dengan gorengan.

Dilansir dari hellosehat.com, berikut adalah penjelasannya.

Dampak buruk buka puasa dengan gorengan

Kandungan lemak dalam minyak yang ada pada gorengan membuat gorengan sulit dicerna, terutama ketika gorengan menjadi makanan pertama yang dimakan setelah puasa.
Baca Juga :  Bolehkah Puasa Tanpa Sahur ? https://goo.gl/fZUJbW
Bayangkan saja, ketika perut kosong setelah puasa seharian, perut harus mencerna lemak yang ada pada gorengan.

Tentunya, saluran pencernaan bekerja lebih keras untuk dapat mencerna lemak tersebut.

Karena sulit untuk dicerna, proses untuk mencerna gorengan akan memakan waktu lama serta dapat mengganggu dan menghambat saluran pencernaan untuk mencerna zat gizi lain.

Karena gorengan lebih lama dicerna, perut tidak cepat merasa kenyang.

Akibatnya, Anda akan menambah makan gorengan lagi dan lagi dan menyebabkan terlalu banyak makan.

Kadang mungkin Anda tidak sadar sudah memakan gorengan berapa buah.

Setelah berhenti makan gorengan, baru Anda akan merasa perut sudah penuh dan kenyang.

Buka puasa dengan gorengan dapat menimbulkan keluhan yang dirasakan berbeda-beda oleh tiap orang.

Jika Anda memiliki saluran pencernaan yang sensitif, gorengan dapat merangsang asam lambung naik yang dapat menyebabkan heartburn (perasaan panas atau terbakar di sekitar perut bagian atas).

Kandungan lemak jenuh yang ada pada gorengan dapat mengakibatkan asam lambung naik.

Selain itu, sulitnya lemak untuk dicerna dan kandungan serat yang sangat sedikit pada gorengan dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit.

Beberapa dari Anda mungkin juga merasakan tenggorokan gatal setelah makan gorengan.
Baca Juga :  Awas Pencuri Bulan Ramadhan! https://goo.gl/kZDmwA
Hal ini dikarenakan terdapat kandungan akrolein pada gorengan yang menyebabkan rasa gatal.

Akrolein ini terbentuk pada minyak yang sudah dipakai berkali-kali.

Faktor utama penyebab gorengan tidak sehat sebenarnya terletak pada minyak goreng yang dipakai untuk menggorengnya.

Dampak gorengan pada kesehatan tergantung dari jenis minyak atau lemak yang digunakan untuk menggoreng, cara menggoreng (apakah dengan cara deep fried atau pan fried), sudah berapa kali minyak dipakai untuk menggoreng (semakin sedikit dipakai semakin baik), dan berapa banyak garam yang ditambahkan pada makanan gorengan tersebut.

Dampak jangka panjang kalau sering makan gorengan

Gorengan dikenal mengandung lemak jahat bagi tubuh.

Lemak trans dalam gorengan dapat meningkatkan kadar low-density lipoprotein (LDL) atau biasa dikenal dengan lemak jahat, dan menurunkan kadar high-density lipoprotein (HDL) atau lemak baik dalam tubuh.

Lemak jenuh dan lemak trans yang ada pada gorengan dapat menumpuk dan menyebabkan pembentukan plak pada arteri di tubuh.

Plak ini dapat menghambat aliran darah dan dapat berkembang menjadi penyebab dari penyakit jantung dan stroke.

Selain penyakit jantung dan stroke, sering makan gorengan juga dapat memicu kanker. Perubahan struktur kimia pada minyak yang digoreng terjadi karena oksidasi, yang juga mengubah struktur zat gizi dalam makanan.

Makanan kehilangan vitamin dan mineral ketika digoreng, dan berubah menjadi cokelat karena mineral karbon terbakar ketika memasak.

Menggoreng makanan dalam temperatur tinggi dapat memicu pembentukan sejumlah karsinogen (zat yang berhubungan dengan kanker).

Seperti akrilamida (ditemukan pada makanan tinggi karbohidrat yang digoreng, seperti kentang goreng), amina heterosiklik, dan hidrokarbon aromatik polisiklik (zat kimia yang terbentuk ketika daging dimasak dalam temperatur tinggi).

Seringnya konsumsi makanan yang digoreng dapat memicu sel kanker berkembang dalam tubuh, terutama kanker prostat pada pria.

Alternatif gorengan yang lebih sehat untuk buka puasa

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, sebaiknya kontrol konsumsi gorengan Anda mulai dari sekarang.

Jika ingin makan gorengan, sebaiknya Anda memasaknya sendiri.

Gorengan yang beli di luar biasanya menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang kali sehingga dapat memicu pembentukan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh dan kesehatan.

Ada baiknya Anda mencoba alternatif makanan lain daripada buka puasa dengan gorengan.
Baca Juga :  Cara Menghatam Al Qur'an di Bulan Ramadhan https://goo.gl/krQw9t
Beberapa contoh makanan pembuka yang lebih sehat selain gorengan, seperti kolak, kue manis atau kue basah, berbagai macam buah-buahan, puding, siomay atau dimsum. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Ini yang Terjadi Pada Tubuh Kalau Makan Gorengan Saat Buka Puasa, Yuk Intip Trik Dari Ahli Gizi” dan di Tribunjogja.com dengan judul “Bahaya Dibalik Kebiasaan Makan Gorengan saat Berbuka Puasa, Penyakit Kanker Mengintai”

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...