Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di Gink Tech KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Jumat, Maret 16

FBI Turun Tangan Tangkap 3 Mahasiswa Surabaya Yang Bobol 600 Situs di 44 Negara


FBI Turun Tangan Tangkap 3 Mahasiswa Surabaya Yang Bobol 600 Situs di 44 Negara

Infokyai.com - Baru baru ini viral 3 mahasiswa yang patut di Acungkan jempol deh karena kepintarannya di bidang IT, namun sayangnya kepintarannya digunakan untuk kejahatan. Akhirnya ketiga mahasiswa itu pun ditangkap.

Baca Juga :
Kecelakaan Maut di Kurungan Nyawa Renggut Satu Korban Jiwa https://goo.gl/mKg2Uf
Walau Jauh di Hongkong, Sekelompok Wanita Ini Tanggap Peduli Bencana https://goo.gl/sTQEuo
Kasihan Lihat Rumah Mbah Wiji Yang Mau Roboh, Ayo Geh Peduli ! https://goo.gl/HxtRdy

Dilansir dari pojoksatu.id, Ketiganya berhasil meretas 800 website di 44 negara hingga membuat FBI turun tangan. Ketiga mahasiswa itu bernama Katon Primadi Sasmitha (21), Nizar Ananta (21), dan Arnold Triwardhana Panggau (21). Ketiganya merupakan anggota komunitas Surabaya Black Hat (SBH).
.
Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu bersama dengan tim, berhasil meringkus tiga mahasiswa Surabaya itu atas laporan dari FBI. “Informasi itu melalui internet crimes complain center (IC3) di USA. Mereka mengirimkan informasi Melalui Federal Bureau of Investigation (FBI).
.
Ada sekelompok anak-anak Indonesia yang melakukan beberapa kali serangan kepada sistem elektronik atau website dari beberapa korban di berbagai negara,” katanya saat ditemui awak media, di Polda Metro Jaya, Selasa (13/3).
.
Ketiga mahasiswa Surabaya itu telah merusak sistem di 44 negara di dunia termasuk Indonesia. Tidak hanya itu mereka juga telah merusak website atau sistem elektronik sebanyak 3.000 sistem. Salah satunya adalah sistem pemerintahan Amerika Serikat.

Menurut pengakuan tersangka,tindakan mereka merupakan hal yang lumrah. Mereka berdalih untuk melakukan penetration testing, yakni menguji apakah ada kelemahan di dalam web tersebut. Akan tetapi menurut Roberti itu adalah tindakan illegal.

Selain itu mereka telah melakukan kejahatan tersebut sejak tahun 2017 silam. Sehingga mereka telah mendapatkan sejumlah uang sebesar Rp 50 sampai Rp 200 juta per orang.

Sampai saat ini tiga pelaku lainnya masih dalam pencarian. Sedangkan ketiga pelaku yang telah ditangkap telah ditahan di Polda Metro Jaya.

Baca Juga :
Uang Sejumlah Nasabah Bank Hilang Secara Misterius, Ternyata Ini Sebabnya ! https://goo.gl/Sqv3Kk
Teganya! Ayah Ini, Cabuli Anak Tirinya, Warga : Apa Masih Kurang Puas Tah Dengan Ibunya ! https://goo.gl/hLAZCJ

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, berupa satu buah handphone Samsung Galaxy S6 Flat, empat buah laptop dua diantaranya adalah laptop gamming, satu buah buku rekening BCA atas nama NA, satu buah ATM BCA atas Nama NA, satu buah Flasdisk Toshiba 16GB.

Para tersangka terancam dengan ancaman hukuman 8 sampai 12 tahun masa tahanan.(jev/mp)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...