Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Follow Instagram @Infokyai KLIK DISINI

Add @LINE Infokyai KLIK DISINI

Add PIN BBM Infokyai KLIK DISINI

Add BBM Channel Infokyai KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram KLIK DISINI

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Loker PT Zona Plastik KLIK DISINI

Loker Gink Technology KLIK DISINI

Sunday, October 29

Melajang Bisa Tingkatkan Resiko Kematian Dini

Foto Ist
Melajang Bisa Tingkatkan Resiko Kematian Dini

Infokyai.com - Ada sebuah penilitian yang mengungkapkan bahwa seseorang yang telah memasuki usia dewas pada kehidupannya, dan melajang atau menjalani kehidupannya sendiri, akan mengalami gejala - gejala yang lebih serius ketika terserang penyakit dibandingkan dengan mereka yang tidak melajang. 

Mengutip dari halaman The Sun, bahwa sejumlah penilitian telah mengklaim bahwa orang yang kesepian atau melajang, akan merasa cenderung lebih buruk secara fisik dan mental, kondisi ini diketahui dapat menyebabkan resiko mereka mengalami kematian dini sebanyak 26 persen.

Para ilmuwan mengumpulkan sebanyak 160 pasien dewasa yang sedang mengalami sakit demam, lalu mereka kemudia di isolasi selama 5 (lima) hari dalam sebuah kamar hotel, dalam upaya perngujian ini, para pasrtisipan mengaku merasa kesepian, dan melaporkan bahwa mereka merasa kurang sehat. 

Secara sederhana, bahwa seseorang yang terasa hidupnya kesepian, akan merasa lebih buruk ketika ia sedang sakit, dibandingkan orang tidak kesepian. 

Peneliti Angie LeRoy dari Rice University di Texas, Amerika Serikat, mengatakan bahwa kesepian membuat orang memiliki risiko kematian prematur dan terserang berbagai macam penyakit fisik lainnya.

"Tapi, belum ada satu pun yang dilakukan untuk melihat penyakit akut namun sementara yang rentan terhadap kita, seperti demam," imbuhnya.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Health Psychology ini juga menemukan bahwa orang dewasa yang kesepian, kemungkinan kecil terserang demam. Tapi, ketika mereka benar-benar terkena demam, mereka akan berada dalam kondisi yang lebih buruk.

Peneliti lainnya, Dr Chris Fagundes, mengatakan bahwa dokter seharusnya ikut mempertimbangkan faktor psikologis dalam pemeriksaan umum. Hal ini akan membantu mereka memahami situasi ketika seseorang sakit. (one/viva.co.id/mp)


Add Friend

Artikel Terkait

Comments
0 Comments