Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Follow Instagram @Infokyai KLIK DISINI

Add @LINE Infokyai KLIK DISINI

PIN BBM Terbaru infokyai DB2C56D

Gabung Grup Telegram KLIK DISINI

Sunday, June 25

Sunnah Nabi Sebelum Berangkat Sholat Idul Fitri

Foto Razurya
Sunnah Nabi Sebelum Berangkat Sholat Idul Fitri

Tentang Islam, infokyai.com - Alhamdulillah Hari Raya Idul Fitri sudah datang, dan alhamdulillah kita semua dapat berkumpul kembali bersama sanak keluarga, kadangkala puasa sebulan penuh mengajarkan kita untuk dapat menjaga hawa nafsu kita, dan kini tiba saatnya di hari kemenangan, atas kemenengan kita melawan hawa nafsu sebulan penuh di Bulan Ramadhan. 

Dahulu sebelum Nabi berangkat Sholat Idul Fitri, ada sunnah - sunnah yang perlu anda ketahui, dan sebaiknya jika anda mengetahui, dan anda laksanakan sunnah - sunnah nabi tersebut, yaitu sebagai berikut : 

Pertama adalah Mandi sebelum berangkat Sholat Idul Fitri
Berdasarkan Riwayat shahih dalam Kitab Al-Muwattho' dan lainnya bahwa Ibnu Umar mandi pada hari Id sebelum berangkat ke tempat sholat. Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa jumhur ulama' sepakat tentang kesunnahan mandi sebelum berangkat untuk melaksanakan shalat id.

Dari riwayat tersebut, kita bisa mengetahui bahwa mandi sebelum Sholat Idul Fitri, di anjurkan untuk dilaksanakan. 

Kedua adalah makan sebelum Sholat Idul Fitri, dan jika sholat idul adha sesudahnya
Termasuk sunnah di hari Idul Fitri, tidak berangkat sholat id sebelum memakan beberapa butir kurma, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sahabat Anas bin Malik, dia berkata, 'Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak berangkat pada hari Idul Fitri sebelum memakan beberapa butir kurma, dan dia memakannya dengan jumlah ganjil." (HR. Bukhari)

Sunnah sebelum Sholat Idul Fitri, dianjurkan untuk memakan terlebih dahulu, Ingat Jika Hari Raya Idul Fitri di anjurkan makan, namun jika Idul Adha tidak, dan makannya sesudah Sholat Idul Adha.

Makan boleh apa saja, jika dalam riwayat tersebut memakan beberapa butir kurma, namun jika tidak ada , anda bisa memakan nasi atau lainnya, yang dapat mengisi perut anda

Ketiga Melantunkan Tabkir di Hari Raya Idul Fitri
Takbir adalah sunnah yang agung dilaksanakan pada Harik Raya Idul Fitri, berdasarkan firman Allah Ta'ala, "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185)

Dari Walid bin Muslim dia berkata, 'Aku bertanya kepada Al-Auzai dan Malik bin Anas tentang mengeraskan takbir pada dua Hari Raya.' Mereka berdua menjawab, 'Ya, dahulu Ibnu Umar mengeraskan takbir pada hari Idul Fitri hingga imam datang."

Terdapat riwayat shahih dari Abu Abdurrahman As-Silmi, dia berkata, 'Mereka para hari Idul Fitri lebih keras dibanding Idul Adha) Waki' berkata, 'Yang dimaksud (keras) adalah bertakbir.' (Lihat Irwa'ul Ghalil 3/122)

Sedangkan Imam Daruquthni meriwayatkan bahwa Ibnu Umar apabila berangkat untuk shaat Idul Fitri dan Idul Adha, bersungguh-sungguh untuk bertakbir hingga tiba ke tempat shalat, kemudian dia terus bertakbir hingga imam datang.

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Az-Zuhri, dia berkata, 'Orang-orang bertakbir pada hari Id hingga mereka keluar dari rumah-rumah mereka hingga ketika mereka mendatangi tempat shalat dan hingga imam datang. Apabila imam telah datang, mereka semua diam, jika imam bertakbir, merekapun bertakbir.

Ibnu Syihab Az-Zuhri rahimahullah berkata, 'Dahulu orang-orang bertakbir sejak mereka keluar dari rumah-rumah mereka hingga datangnya imam (ke tempat sholat untuk memulai shalat).

Waktu takbir dalam shalat Idul Fitri dimulai sejak malam Id hingga imam masuk (ke tempat shalat) untuk melakukan shalat Id.

Adapun dalam Idul Adha, maka takbir dimulai sejak hari pertama Dzulhijjah hingga matahari terbenam pada akhir hari tasyrik.

Tata Cara Takbir

Terdapat dalam mushannaf Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih dari Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, bahwa dia bertakbir pada hari-hari Tasyrik (dengan redaksi berikut);

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada tuhan yang disembah selain Allah, Allah Maha Besar, bagiNya segala puji.

Ibnu Abi Syaibah juga meriwayatkan lagi dengan redaksi yang sama, hanya saja takbirnya menjadi tiga kali.

Al-Mahamili meriwayatkan dengan sanad yang shahih juga dari Ibnu Mas'ud (redaksi berikut);

الله أكبر كبيراً الله أكبر كبيراً الله أكبر وأجلّ ، الله أكبر ولله الحمد

Allah Maha Besar, Allahu Maha Besar, Allah Maha Besar dan Agung, Allah Maha Besar, bagiNya segala puji. (Lihat Irwa'ul Ghalil, 3/126)

Keemapt adalah mengucapkan Selamat 
Ingat pada ucapan selamat jangan anda mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin namun saja anda ucapkan adalah  taqabbalallahu minna wa minkum

Dari Jubair bin Nafir, dia berkata, 'Para shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, apabila berjumpa pada hari Id, mereka satu sama lain saling mengucapkan, taqabbalallahu minna wa minkum.' Ibnu Hajar berkata, sanadnya hasan (Fathul Bari, 2/446)

Dari riwayat tersebut yang dapat menjadi anjuran ucapan selamat  taqabbalallahu minna wa minka, dan perlu di ingatkan jangan sampai melakukan kebiasaan yang bukan berdasarkan hadist - hadist yang shahih yai. 

Kelima berhias sebelum berangkat Sholat Idul Fitri

Ibnu Umar berkata, 'Umar radhiallahu anhu mengambil (membeli) sebuah jubah dari sutera yang dijual di pasar, lalu dia mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian berkata, 'Wahai Rasulullah, belilah ini dan berhiaslah dengannya untuk Hari Raya dan menyambut tamu.' Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak mendapatkan bagian (di hari kiamat)" (HR. Bukhori)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyetujui tindakan Umar untuk berhias pada hari Id, akan tetapi yang dia ingkari adalah membeli baju tersebut, karena terbuat dari sutera.

Dari Jabir radhialahu anhu, dia berkata, Adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki gamis yang biasa beliau pakai untuk shalat dua Hari Raya dan hari Jumat. (Shahih Ibnu Khuzaimah)

Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa Ibnu Umar memakai pakaian yang paling bagus pada Hari Id.

Maka bagi kaum muslim yang ingin berangkat untuk menunaikan sholat id, hendaknya memakai pakaian yang paling bagus ketika berangkat untuk sholat Id.

Keenam pergi sholat dengan melalui jalan yang berbeda

Pertama anda sholat lewat jalan A, dan di anjurkan jika pulang anda melewati jalan yang berbeda seperti jalan B

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma, dia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam pada Hari Id menempuh jalan yang berbeda. (HR. Bukhari)

Ada yang mengatakan bahwa hikmah dari perbuatan tersebut adalah agar kedua jalan itu menjadi saksi di hadapan Allah pada hari kiamat, sebab bumi akan berbicara pada hari kiamat terhadap kebaikan atau keburukan yang dilakukan di atasnya.

Ada pula yang berpendapat, untuk menampakan syiar Islam pada kedua jalan tersebut. atau untuk menampakkan zikir kepada Allah, atau untuk menimbulkan rasa gentar terhadap kaum munafik atau orang Yahudi dengan banyaknya orang bersamanya, atau untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, apakah untuk meminta fatwa, mengajarkan atau memenuhi segala kebutuhan, atau untuk mengunjungi kerabat dan bersilaturahim.

Sekian informasi yang dapat infokyai.com sampaikan, semoga dapat bermanfaat untuk kalian semua, dan jangan lupa usahakan sunnah - sunnah tersebut dipergunakan ya, dan jangan lupa juga menggunakan parfum atau wangi - wangian, serta menggunakan baju yang bagus (bagus bukan tentu baju baru ia, namun baju yang rapih dan bersih),  taqabbalallahu minna wa minka Selamat Hari Lebaran. mohon maaf lahir batin. (kabarmakkah.com/tm/mp)

Add Friend

Artikel Terkait

Comments
0 Comments