Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di Gink Tech KLIK DISINI

Butuh Cepat di Telkomsel KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Jumat, Maret 30

Kegagalan Kepemerintahan Indonesia Tahun 1998

Foto Ist
Kegagalan Kepemerintahan Indonesia Tahun 1998
Indonesia, infokyai.com - Krisis ekonomi yang terjadi di tahun 1998 untuk Negara Indonesia merupakan salah satu tragedi yang tak terlupakan, penyebab utama terjadinya krisis ekonomi tersebut yaitu faktor politik, karena bercampurnya politik yang hebat pada masa Presiden Soeharto yang hendak tumbang pada saat itu.

Baca Juga :
Sebab Akibat Terjadinya Krisis Ekonomi Tahun 1998 Di Negara Indonesia https://goo.gl/Tw3EVK
Apa Itu Dana Bagi Hasil ? https://goo.gl/GbxH5v

Keadaan ekonomi yang paling buruk di alami Negara Indonesia adalah pada Tahun 1998, ini merupakan tragedi perekonomian paling buruk untuk Negara Indonesia, sebagaimana mengingat black Tuesday yang menandai awal resesi ekonomi dunia pada tanggal 29 Oktober 1929.

Hanya kurun waktu setahun, perubahan sangat drastis terjadi untuk perekonomian Negara Indonesia, hampir dua dekade prestasi perekonomian yang di bangun Indonesia, dan sangat drastis hancur hanya dengan kurun waktu 1997 - 1998, pandangan yang indah untuk Negara Indonesia kini berubah menjadi pandangan yang buruk untuk Negara Indonesia.

Krisis perekonomian yang terjadi Negara Indonesia sudah terjadi pada tahun 1997 dan akhirnya pada tahun 1998 perekonomian Negara Indonesia semakin buruk, dampak - dampak buruk sudah banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia, serta dunia usaha pun sudah merasakan akibat perekonomian Negara Indonesia yang buruk.

Sejak Tahun 1997 bulan Oktober Dana Moneter Internasional (IMF) mulai turun tangan, tetapi Kepemerintahan Negara Indonesia belum bisa menstabilkan ekonomi dan rupiah Negara Indonesia dengan Ekonomi dan Mata Uang Dunia, bahkan dari kondisi tersebut semakin menjadi tidak terkendali, sehingga berdampak banyak para pemilik modal dan insvestor putus kerjasama dengan Negara Indonesia, dari kondisi tersebut Negara Indonesia tercatat sebagai Perekonomian Negara yang terburuk di Asia Tenggara.

Awal mula krisis perekonomian terjadi akibat dari nilai tukar mata uang baht Negara Thailand pada tanggal 2 Juli 1997, sehingga lambat laun semakin cepat berkembang menjadi krisis ekonomi, dan berdampak ke krisis sosial dan politik, dari dampak tersebut Kepemerintahan Presiden Soeharto pun rubuh, (Mungkin penyebabnya krisis karena evaluasi baht, yang menjadi pemicu semua itu)

Begitu sulit untuk merobohkan kepemerintahan rezim Presiden Soeharto, dan akibatnya terjadi perngorbanan besar berupa kekacauan (chaos) yang terjadi dimana  - mana, dan banyak pemilik modal dan investor meninggalkan Negara Indonesia, serta faktor - faktor rubuhnya Kepemerintahan Presiden Soeharto lainnya adalah seperti kondisi kesehatan Soeharto yang kurang baik, dan utang luar negeri yang sangat besar yang akan segera jatuh tempo, serta perdagangan internasional yang tidak menguntungkan, dan benca alam La Nia yang membawa keekringan terburuk, sehingga pada tahun 1998 Kepemerintahan Seoharto dianggap tidak bisa memimpin Negara Indonesia lagi dan digantikan oleh BJ Habibie yang.

Dengan Berpergiannya para pemilik modal dan Investor dari Negara Indonesia, ini merupakan pukulan besar untuk Negara Indonesia, yang merupakan tragedi Pelarian modal besar-besaran (flight for safety) yang terjadi pada Tahun 1998 di Negara Indonesia.

Karena kepanikan politik yang terjadi di Negara Indonesia Tahun 1998 ini praktis lebih dahsyat daripada pelarian modal yang dipicu oleh pertimbangan ekonomi semata (flight for quality), dari dampak tersebut menyebabkan rupiah Negara Indonesia merosot sangat drastis dari level semula Rp 4.850 per dollar AS (pertengahan 1997) menjadi level terburuk Rp17.000 per dollar AS (22 Januari 1998).

Pada tahun 1998 Bulan Maret, hutang luar negeri sebesar 138 milyar dollar AS, sekitar 72,5 milyar dollar AS adalah utang swasta yang dua pertiganya jangka pendek, di mana sekitar 20 milyar dollar AS akan jatuh tempo dalam tahun 1998, sedangkan cadangan deviasa yang dimiliki hanya sebesar 14,44 milyar dollar AS, dengan utang luar negeri 72, 5 Milyar dollar AS dibayarkan sisa devisia yang hanya sebesar 14,44 milyar dollar AS ini yang menyebabkan terjadinya krisis perekonomian Negara Indonesia menurun drastis, karena nilai mata uang rupiah Indonesia yang anjlok dengan mata uang dunia.

Pada tanggal 6 Januari 1998 diumumkan RAPBN 1998 / 1999 bahwa dinilai tidak realistis, krisis yang dilanda Negara Indonesia merupakan krisis yang sangat pahit di alami, yang menyebabka pasar uang dan pasar modal juga ikut runtuh, bank-bank nasional dalam kesulitan besar dan peringkat internasional bank-bank besar bahkan juga surat utang pemerintah terus merosot ke level di bawah junk atau menjadi sampah, bahkan sektor - sektor usaha lainnya mulai dari usaha kecil hingga besar, ikut runtuh akibat terjadinya krisis tersebut, 70% lebih perusahaan yang tercatat dalam pasar modal juga insolvent atau nota bene bangkrut, banyak perusahaan yang menerapkan pemutusan hubungan kerja (PHK), dikarenakan menurunnya perekonomian perusahaan tersebut.

Dari dampak krisis perkenomian tahun 1998, orang - orang kaya pada sibuk untuk memborong bahan - bahan sembako, (ini adalah kondisi kepanikan yang luar biasa) untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan - bahan sembako yang akan naik drastis, sedangkan orang - orang yang tidak mampu semakin banyak, dikarenakan terjadinya krisis serta terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar - besaran.

Dengan merosotnya nilai mata uang tersebut, utang dalam valas, proyek yang seharusnya jangka panjang yang harus dibiayai dengan utang jangka pendek, berubah menjadi proyek berpenghasilan rupiah dibiayai valas, pengambilan kredit perbankan yang jauh melebihi nilai proyeknya (dikarenakan dampak Level Rupiah yang menurunkan Drastis Tahun 1998).

Gejala Krisis moneter sudah dirasakan negara Indonesia pada bulan Juli 1997, kejutan menurunnya nilai tukar rupiah yang menurun drastis terhadap valas, diukur dengan mata uang Amerika Serikat yang merupakan pencetus / trigger point.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah rencana keuangan tahun pemerintah Negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), tetapi APBN Defisit menjadi tidak efisien dan efektif akibat dampak Nilai Rupiah yang menurun drastis, devisa hasil - ekspor yang disimpan di luar negeri, sistem perbankan yang kurang baik atau sehat, jumlah penggangguran dan orang tidak mampu semakin besar, dan dampak - dampak buruk lainnya .

J. Soedrajad Djiwandono Mengatakan bahwa Terjadinya tragedi Krisis Moneter Tahun 1998 di Negara Indonesia disebabkan adanya percampuran dari unsur - unsur domestik dan eksternal.

Baca Juga :
Ini Nilai Tukar Rupiah Untuk 1 Dollar AS di Zaman Presiden Soeharto https://goo.gl/mJ3qD6
Apa Itu Rush Money ? https://goo.gl/LrsMPt

Pada tahun 1998 merupakan tragedi yang tak terlupakan untuk Negara Indonesia, krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 merupakan permasalahan besar yang Negara Indonesia rasakan, nilai mata uang rupiah yang sangat turun drastis dengan mata uang Amerika Serikat, ini adalah krisis yang paling buruk di alamioleh negara Indonesia, dan sebuah pertanyaan demi pertanyaan terlontarkan, apakah Krisis Moneter akan terjadi lagi di Negara Indonesia ? ya pastinya saja bisa dikarenakan dampak - dampak dari sosial dan politik. (seasite.niu.edu/mp)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...