Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Follow Instagram @Infokyai KLIK DISINI

Add @LINE Infokyai KLIK DISINI

Add PIN BBM Infokyai KLIK DISINI

Add BBM Channel Infokyai KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram KLIK DISINI

Lowongan Kerja Gink Tech KLIK DISINI

Monday, August 7

Sejarah Berkumandangnya Adzan Pertama Kali

Foto Ist
Sejarah Berkumandangnya Adzan Pertama Kali
Tentang Islam, Infokyai.com - Asal mula yang telah dilakukan sekarang pasti ada asal usul sejarahnya, mengapa kita harus melakukannya seperti Berkumandangnya Adzan, apakah kalian sudah mengetahui kenapa kita harus mengumandangkan adzan ? jika kalian belum tau ikuti penjelasan infokyai dibawah ini.

Semakin hari semakin banyak seseorang yang memeluk agama islam, yang pada awalnya sejarah umat islam hanyalah sedikit yang memeluknya, awal mulai Nabi Muhammad Saw melakukan dakwah secara sembunyi - sembuyi dikarenakan jumlah umat islam pada saat itu masih sedikit, dan seiring waktunya berjalan pengikut umat islam semakin banyak dari kamu kafir quraisy akhirnya Nabi Muhammad Saw bermulailah berdakwah secara terang - terangan , betapa berat perjuangan Nabi Muhammad Saw untuk menegakan syiar Agama Islam, banyak cobaan yang ia hadapi, bangsa - bangsa kafir quraisy emnggunakan berbagai cara untuk menghancurkan Islam, betapa hebat Nabi Muhmaad Saw menegakan Syiar Agama Islam.

Di Kota Madinah adalah salah satu kota yang sudah besar perkembangan umat islamnya, yang sudah dapat menerima Islam sebagai agama di kota Madinah, dari pengikut agama islam yang begitu banyak beragam masyarakat dari kalangan pedagang, petani, nelayan, pejabat, dan lain - lain dalam berbagai kesibukan aktifitasnya banyak yang lalai atau lupa untuk mengerjakan sholat berjam'ah dikarenakan perbedaan - perbedaan aktifitas oleh masing - masing setiap individu ini merupakan permasalahan yang sulit untuk menyatukan umat Islam yang bergitu banyak untuk melaksanakan sholat berjama'ah di suatu lokasi yang sama.

Dari permasalahan ini, mulailah pendapat - pendapat dari kalangan - kalangan ulama, cendekiawan, pemimpin dan lain - lainnya menyatukan aspirasi untuk menyelesaikan permasalahan menyatukan umat islam yang begitu banyak untuk melakukan sholat berjam'ah di suatu tempat yang sama pada saat waktu yang telah ditentukan, 
dari pendapat - pendapat seluruh umat islam pada saat itu, ada suatu usulan untuk menyeru atau memanggil seluruh umat islam untuk melaksanakan sholat pada waktu yang telah ditentukan : 

Usulan Pertama 
Pada saat waktu sholat telah tiba kita menyalakan api pada tempat yang tinggi, sehingga api yang menyala tersebut menjadikan tanda untuk orang - orang yang melihatnya sebagai tanda telah masuknya waktu sholat, walau api yang menyala tersebut tidak terlihat dari tempat yang jauh  setidaknya asapnya bisa terlihat menjadi tanda waktunya sholat

Dari usulan pertama banyak kalangan - kalangan yang tidak setuju dikarenakan api yang menyala bisa juga merupakan tanda sinyal bahaya seperti kebakaran jadi banyak yang tidak setuju karena berangapan sinyal yang negatif, 

Usulan Kedua
Di usulan yang kedua ini menyarankan untuk membunyikan lonceng, sehingga bunyinya terdengar hampir sepenjuru kota dan juga ada yang menyarankan untuk meniup terompet, dari usulan kedua ini banyak yang menggunakan sebagai tanda waktunya sholat.

Tetapi mulailah perdebatan baru dari usulan kedua ini, infokyai juga berpikir dan sependapat tidak setuju dengan usulan kedua ini, menurut sahabat - sahabat yang yang berpendapat menolak pada usulan kedua ini dikarenakan bunyi lonceng dan terompet seperti tanda yang dilakukan oleh kaum yahudi, sehingga banyak kalangan yang tak setuju karena takutnya membuat image Agama Islam menjadi buruk karenakan mengikuti tradisi -tradisi kamu kafir yahudi.

Usulan Ketiga
Usulan yang ketiga ini dari Umar R.A, menyarankan menunjuk seorang untuk bertindak sebagai penyeru atau pemangil kaum muslim pada saat waktu sholat telah tiba pada waktunya, dari usulan ketiga ini Nabi Muhammad SAW pun menyetujuinya.

Setelah usulan ketiga ini disetujui permasalahan baru muncul lagi yaitu, bagaimana cara menyeru atau memanggil kaum muslimin pada waktu sholat telah tiba pada waktunya ? Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid r.a meriwayatkan sebagai berikut :
“Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk sholat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja. Orang tersebut malah bertanya,” Untuk apa ? Aku menjawabnya,”Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan sholat.” Orang itu berkata lagi,”Maukah kau kuajari cara yang lebih baik ?” Dan aku menjawab ” Ya !” Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang , ”Allahu Akbar, Allahu Akbar..”
Setelah terbangun di keesokan harinya, saya langsung menemui Nabi Muhammad SAW dan menceritakan tentang segala apa yang saya alami dimimpi itu kepada Nabi Muhammad SAW, Dan tanggapan dari cerita saya tersebut beliau berkata, ”Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang.” Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal.”
Rupanya, mimpi tersebut serupa dialami juga oleh Umar r.a, ia juga menceritakannya kepada Rasulullah SAW . Nabi SAW bersyukur kepada Allah SWT atas semua ini. 
Sumber Referensi : 
Tulisan diambil dari Al-Islam Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Islamberkomunikasi.blogspot.com
Islampos.com
Add Friend

Artikel Terkait

Comments
0 Comments