Breaking News

KKN Unila Kota Karang Inisiasi Alat Sensor Tinggi Badan Otomatis untuk Deteksi Dini Stunting

 



KKN Unila Kota Karang Inisiasi Alat Sensor Tinggi Badan Otomatis untuk Deteksi Dini Stunting


Bandar Lampung, 9 Februari 2026– Dalam upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) di Kota Karang berhasil menciptakan inovasi alat kesehatan berbasis teknologi. Alat tersebut adalah Sensor Tinggi Badan Digital Pendeteksi Stunting, yang dirancang untuk mempermudah dan mempercepat kerja kader Posyandu dalam melakukan pemantauan pertumbuhan balita. 


Inovasi tersebut berupa alat pengukur tinggi badan digital yang terintegrasi dengan sensor. Alat ini dipasangkan pada alat timbang berat badan konvensional yang sudah ada di Posyandu. Saat balita ditimbang, sensor akan secara otomatis mengukur tinggi badannya secara bersamaan. Data yang dihasilkan lebih akurat dan praktis, mengurangi potensi kesalahan pencatatan manual.


Alat ini merupakan hasil pemikiran dan keterampilan salah satu anggota KKN Unila Kota Karang yang berasal dari Jurusan Teknik Elektro. Inovasi ini ditujukan terutama untuk kader-kader Posyandu di wilayah tersebut, sebagai mitra utama dalam deteksi dini stunting di garis depan. 


Alat ini dibuat untuk menjawab dua masalah utama. Pertama, untuk mempermudah dan mempercepat proses screening di Posyandu, sehingga kader dapat melayani lebih banyak balita dengan data yang andal. Kedua, dan yang paling utama, alat ini berfungsi untuk mendeteksi dan mencegah stunting lebih dini. Dengan pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) yang cepat dan akurat, indikasi gangguan pertumbuhan dapat segera teridentifikasi, memungkinkan intervensi gizi dan kesehatan dilakukan lebih cepat.


Alat sensor ini telah diperkenalkan dan diujicobakan di beberapa Posyandu di wilayah Kota Karang, sebagai bagian dari program kerja nyata tim KKN Unila di lokasi tersebut. 


Inovasi ini merupakan hasil pengerjaan selama periode KKN Unila yang berlangsung 9 Januari – 8 Februari 2026, dan telah disosialisasikan kepada kader dan masyarakat dalam dua pekan terakhir.


Cara kerjanya sederhana namun efektif. Sensor dipasang pada tiang pengukur tinggi. Saat balita berada di timbangan, bagian atas kepala mereka akan menyentuh sensor yang dipasang di atas, sehingga tinggi badan terbaca secara otomatis. Dengan alat ini, proses pengukuran yang biasanya memakan waktu dan membutuhkan dua orang (satu mengukur, satu mencatat) dapat dilakukan lebih efisien. Diharapkan, inovasi sederhana ini dapat meningkatkan cakupan dan kualitas pemantauan status gizi balita, yang pada akhirnya berkontribusi pada pencegahan stunting di tingkat komunitas.


 “Ini adalah bentuk pengabdian nyata kami untuk menerapkan ilmu yang didapat di kampus langsung kepada masyarakat. Harapannya, alat ini dapat terus digunakan dan dikembangkan meski KKN kami telah berakhir,” ujar Ari Saputra,Mahasiswa Teknik Elektro Unila salah satu anggota tim KKN Unila Kota Karang. 


Inovasi berbasis teknologi lokal seperti ini menunjukkan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas nasional, seperti penurunan prevalensi stunting, melalui tri dharma perguruan tinggi.

0 Komentar

© Copyright 2022 - Info lampung, loker lampung, lowongan lampung, kuliner lampung