Bandar Lampung - Komunitas Tangan Lampung bersama Lembah Suhita dan beberapa Komunitas kembali menyelenggarakan kegiatan Penanaman Pohon. Dalam hal ini melalui Seribu Pohon Project 5.0 pada hari Sabtu, 15 November 2025 yang berlokasi di Lembah Suhita, Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung. Agenda ini menjadi langkah nyata komunitas dalam mendukung konservasi lingkungan sekaligus menghadirkan ruang edukasi ekologis bagi masyarakat.
Lembah Suhita dikenal sebagai kawasan hijau yang memiliki potensi alam cukup lengkap, mulai dari kontur lembah yang natural hingga ekosistem pendukung konservasi. Kawasan ini juga menjadi lokasi edukasi lebah madu, tempat masyarakat dapat belajar tentang peran lebah dalam penyerbukan, keseimbangan ekosistem, hingga praktik budidaya madu yang berkelanjutan. Keberadaan area edukasi lebah madu inilah yang menjadikan Lembah Suhita dipilih sebagai lokasi utama kegiatan.
Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan opening ceremony, kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni budaya berupa tari Srawung Sawah, tari Remo, dan tari Bedana. Pertunjukan ini menjadi simbol keterhubungan erat antara manusia, budaya, dan alam.
Usai penampilan seni, kegiatan berlanjut pada penanaman pohon serentak yang melibatkan ratusan peserta, mulai dari relawan, komunitas, pemerintah lokal, hingga warga setempat. Momentum ini menjadi bentuk nyata gerakan bersama mengurangi risiko degradasi lingkungan.
Rangkaian acara semakin edukatif dengan edukasi lebah madu, grounding session, serta honey testing di area khusus Lembah Suhita. Peserta dapat melihat langsung sarang lebah, mempelajari proses produksi madu, sekaligus mendapatkan pengalaman interaktif yang memperkuat kesadaran ekologis.
Agenda kemudian ditutup dengan penutupan resmi dan pembagian souvenir kepada para peserta pada pukul 15.00 WIB.
Project Director sekaligus perwakilan Komunitas Tangan Lampung, Merdi Yansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan.
“Seribu Pohon Project 5.0 bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga bagaimana kita membangun relasi yang lebih sehat dengan alam. Lembah Suhita kami pilih karena tempat ini bukan sekadar ruang hijau, tetapi ruang edukasi, terutama terkait lebah madu yang perannya sangat vital dalam ekosistem,” ujar Merdi.
Founder Lembah Suhita, Suyadi, S.T., menekankan bahwa edukasi lebah madu menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat memahami pentingnya keberlanjutan (sustainable) lingkungan.
"Melalui edukasi lebah madu, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa menjaga alam bukan teori, tetapi praktik sehari-hari. Kami berharap pohon yang ditanam hari ini, dan pengetahuan yang dibagikan, bisa memberikan dampak jangka panjang,”ungkapnya.
Kegiatan Seribu Pohon Project 5.0 ditutup dengan komitmen bersama untuk merawat pohon yang telah ditanam serta memperluas gerakan hijau di Provinsi Lampung. (*)
.jpg)
0 Komentar