Iklan Banner

Pasang Loker KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya? KLIK DISINI

Gabung Grup Loker di WA KLIK DISINI

Gabung Grup Loker di Telegram KLIK DISINI

Instagram Infokyai KLIK DISINI

Instagram Lokeryai KLIK DISINI

Kamis, Januari 12

Terkait Kasus Ditusuk Tombak di Lambar, Polisi Sebut Korban dan Pelaku Bersepakat untuk Damai

 



Terkait kasus keributan, hingga ada korban yang kena tusukan tombak, berakhir damai. Waka polres Lampung Barat Kompol Robi B Wicaksono, S.H. didampingi Kasat Reskrim Polres Lampung Barat AKP M. Ari Satriawan, S.H., M.H. memimpin langsung pelaksanaan Gelar Perkara Khusus dalam rangka Penyelesaian Tindak Pidana melalui Keadilan Restoratif di kantor Sat Reskrim Mapolres Lampung Barat, pada Kamis (12/01/2023).


Kegiatan itu, menindaklanjuti permasalahan keributan antara Abdul dan Kandar. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B-406/XII/2022/SPKT/POLSEK SEKINCAU/RES LAMBAR/POLDA LAMPUNG TANGGAL 29 Desember 2022 yang terjadi pada hari Kamis tanggal 29 Desember 2022 sekira pukul 01.00 WIB di Pagar Dewa, Lampung Barat. 


Kandar melakukan tindakan penganiayaan dengan cara menusuk menggunakan tombak ke perut sebelah kiri sesuai dari keterangan korban maupun saksi.


Pada tanggal 4 Januari 2023 kedua belah pihak didampingi peratin di masing-masing pekon kembali hadir ke polsek dengan bawa surat perjanjian perdamaian yang telah ditandatangani di atas materai sehingga Kapolsek mengajukan Gelar Perkara Khusus kepada Kapolres Lampung Barat.


Setelah melalui pengecekan persyaratan formil antara lain surat perjanjian perdamaian yang di tanda tangani oleh kedua belah pihak di atas materai, pemenuhan hak korban dan tanggung jawab pelaku (mengganti kerugian, membantu biaya pengobatan) maupun persyaratan materil antara lain tidak menimbulkan keresahan atau penolakan masyarakat, tidak berdampak konflik sosial serta bukan pelaku pengulangan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan sesuai dengan Peraturan Polri No.8 Tahun 2021 maka Wakapolres Lampung Barat mengabulkan penyelesaian masalah tersebut secara Keadilan Restoratif.


“Alhamdulillah hari ini kita telah menyelesaikan tindak pidana melalui keadilan restoratif dengan melibatkan korban, pelaku, keluarga korban dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil melalui perdamaian dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula.” ujar dia. (Fe/ik).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments