Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Selasa, November 8

Dosen ITERA Robi: Karena cuaca berawan tebal, jadinya kita tidak bisa melihat gerhana bulan total

 



Pengamatan gerhana bulan, Selasa (08/11/2022) di ITERA (Institut Teknologi Sumatera) tepatnya berlokasi di Embung C mengalami kendala. Hal ini disebabkan oleh langit yang diselimuti awan hitam. 


Dari pantauan infokyai di lokasi, cuaca pun memang lagi tak baik baik saja, bahkan hujan pun turun dengan cukup deras, sehingga di sore ini, pemantauan gerhana di embung itera pun dihentikan di lokasi tersebut.


Dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan, Robiatul Muztaba mengatakan bahwa pengamatan seharusnya sudah bisa dilakukan mulai pukul 15.30 WIB hingga puncaknya di pukul 17.59 WIB.


"Karena cuaca kita berawan tebal, jadinya kita tidak bisa melihat gerhana bulan total," kata Robi.


Lanjut Robi, namun karna cuaca tidak mendukung, tidak surutkan pengamatan, karna untuk dapat melihat fenomena gerhana bulan, Pihak ITERA telah bekerjasama dengan berbagai Observatorium di Indonesia yang mengamati di berbagai wilayah mulai dari wil. Timur hingga Barat.


"Di wilayah Surabaya berhasil dilihat, namun dilokasi kita(barat) tidak dapat dilihat," ujar Robi.


Mengenai kapan lagi bisa melihat gerhana bulan, Robi menjelaskan fenomena gerhana bulan hanya bisa terjadi beberapa tahun, yang diperkirakan gerhana bulan akan nampak lagi pada tahun 2025.


"Nanti akan ada lagi di Tahun 2025," tuturnya. (Tio)




Artikel Terkait

Comments
0 Comments