Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Kamis, Oktober 6

Teganya! Pria di Lamteng Diduga Paksa Anak Dibawah Umur Untuk Puaskan Nafsunya di Kebun Jagung

 



Entahh apa yang merasuki, pria di  di Kab Lampung Tengah teganya melakukan tindakan yang kurang pantas ke anak dibawah umur.


Atas perbuatan yang SB lakukan, dia pun diamankan oleh Polsek Padang Ratu, karena ia didugaa lakukan tindakan cabul di kebun jagung usai menonton hiburan jaranan, pada Selasa malam, 4 Oktober 22, sekira pukul 22.00 Wib lalu.


Kapolsek Padang Ratu, Kompol Rahmin,SH mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K.,M.Si. Rabu (5/10/22), menjelaskan peristiwa pencabulan terhadap bunga, anak di bawah umur tersebut bermula ketika korban hendak pulang dari nonton kuda kepang boncengan dengan pelaku menggunakan sepeda motor.


Saat dalam perjalanan pulang, tepatnya di kebun jagung di Kec. Padang Ratu, pelaku berhentikan sepeda motornya kemudian turun menuju kebun jagung.


“Selanjutnya pelaku merayu korban, untuk mengajak berhubungan badan namun korban menolak,” jelasnya.


Setelah itu, lanjut Kapolsek, pelaku membuka pakaian dan celana dalamnya sendiri. Kemudian, pelaku memaksa korban untuk melepaskan celana korban sebatas lutut.


“Karena dipaksa oleh pelaku, akhirnya korban menuruti kemauan pelaku,” tambahnya.


Tak berselang lama kemudian datang tiga orang warga yang memergoki pelaku dan langsung membawa korban dan pelaku menuju balai kampung.


Atas kejadian tersebut, korban bersama keluarga melaporkan pelaku ke Polsek Padang Ratu.


"Kini pelaku berikut barang-bukti berupa pakaian yang dipakai korban telah diamamkan di Mapolsek Padang Ratu guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,”ungkapnya.


Pelaku dijerat atas persetubuhan terhadap anak di bawah pasal 76 D Jo 81 UU RI no 17 tahun 2016 tentang Penetapan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 th 2002 tentang perlindungan anak. 


"Dihukum penjara paling lama lima belas (15) tahun kurungan penjara," tutur dia. (Fe/ik).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments