Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Selasa, September 13

Mirisnya Yai! Saluran Irigasi di Tubaba Seperti Semak Belukar yang Dihiasi Tumpukan Sampah



Bukan digenangi air jernih, irigasi di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) ini justru menjadi semak belukar dan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat.


Terlihat jelas, saluran irigasi itu berserak sampah menumpuk di bawah jembatan di Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah juga di Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar.


Akibatnya, saluran irigasi itu menimbulkan aroma menyengat yang tidak sedap. Padahal Dinas Pengairan dan Permukiman, Provinsi Lampung telah memasang pelang himbauan bertulis 'Dilarang membuang sampah sepanjang saluran induk/sekunder,' namun masyarakat setempat nampaknya seakan acuh tak acuh.


Akibatnya, warga sekitar irigasi merasa risih lantaran limbah masyarakat yang kurang kesadaran diri akan baiknya menjaga lingkungan bersih.


"Banyak pengendara buang sampah dialiran irigasi ini, jadi menumpuk begini, lihat saja mulai dari sampah plastik, pampes bahkan botol minuman keras berserakan. Baunya menyengat banget," kata Reky Pratama pada Selasa, 13 September, 2022.


Selain itu menurutnya juga Irigasi tersebut sudah lama tidak dialiri air sebagaimana mestinya. Sehingga lantai hingga dinding irigasi menjadi penuh tanaman rumput liar.


"Sudah lama ini tidak beroperasi, makanya jadi seperti semak belukar begini. Padahal aliran irigasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi petani. Harapan kami ya segera dibersihkan sampah dan rerumputan liar ini, supaya nantinya jika sudah beroperasi dapat benar-benar bermanfaat bagi kami. Yang jelas semoga cepat berfungsi kembali seperti sediakala," tandasnya.


Dengan tumbuhnya rumput liar sehingga menjadi semak belukar ini, seakan menjadi cerminan minimnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Provinsi Lampung dalam melakukan perawatan sebagai mana mestinya.


Dari informasi yang dihimpun awak media, saluran irigasi tersebut tidak berfungsi sejak lima bulan terakhir. Hal itu disebabkan adanya rehabilitasi oleh pihak Balai Besar pada bagian atas irigasi, selain itu juga terdapat kerusakan dipintu air irigasi.(Jaky)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments