Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Sabtu, Juni 4

Debatkan Masalah Tidak Pulang ke Rumah, Suami Diduga Aniaya Istrinya, Polisi: Sudah Ditangkap

 



Seorang pria inisial SJ (28) warga di Way Kanan, diamankan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Way Kanan, diduga melakukan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) terhadap istrinya, Sabtu (04/06).


Menurut keterangan korban, kekerasan itu terjadi lantaran korban dan  SJ (suami korban) saat sedang memperdebatkan masalah SJ sudah tiga hari tidak pulang ke rumah. Penangkapan pelaku bermula dari adanya laporan korban ida (merupakan istri dari SJ) kepada Unit PPA Satreskrim Polres Way Kanan pada Tanggal 07 Maret 2022. 


Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna melalui Kasat Reskrim AKP Andre Try Putra menyebut kekerasan itu terjadi pada rabu, 23-02-2022 sekitar pukul 20.00 Wib, di rumah mertua korban di Kecamatan Kasui, Way Kanan.


Pelaku lalu marah kemudian menampar wajah sebelah kiri korban menggunakan tangan dan memukul pundak sebelah kiri korban dengan menggunakan kursi plastik.


Seusai peristiwa tersebut, korban mengalami trauma psikis dan rasa sakit di badannya, selanjutnya korban melaporkan kejadian ke Polres Way Kanan.


Kronologis penangkapan  pada Rabu, 01 Juni 2022 sekitar pukul 21.00 WIB anggota Unit Idik IV PPA Polres Way Kanan mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Teluk Betung Barat Bandar Lampung.


"Atas informasi tersebut, Kanit Idik IV PPA Aipda Bahtra Sembiring bersama personil Unit PPA Satreskrim Polres Way Kanan melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dan mengamankan terduga pelaku Tindak Pidana Kekerasan dalam rumah tangga tanpa perlawanan," kata Kasat.


Sambungnya, "Selanjutnya SJ dibawa ke Polres Way Kanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,".


Sementara, pelaku jika terbukti dapat dijerat dengan Pasal 44 ayat (1) UU RI  Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. "Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," ujar Kasat. (M).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments