Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Jumat, Maret 11

Harga Pakan Tinggi, Peternak Ayam di Lampung: Jangan Biarkan Kami Hancur, Turunkan Harga Pakan..!!

 



Tingginya harga pakan ternak dan tidak adanya kestabilan harga telor, Kelompok Ternak Ayam Petelor (Ketat) Sejahtera Mandiri mendesak Pemerintah Provinsi Lampung untuk perhatikan dan membina peternak ayam petelur.


Adapun permasalahan dan tuntutan mereka ialah sebagai berikut:

- Turunkan harga pakan yang terus naik Rp. 345,000-370,000/sak

- Tolak perizinan kandang-kadang intergrator yang ada di wilayah Lampung yang akan merugikan peternak mandiri rakyat mandiri.

- Meminta kepastian hukum melalui Kepres/Pergub hak budidaya layer untuk peternak

- Kami meminta kepada pemerintah dalam hal bantuan langsung dan Pemberdayaan peternak Rakyat Mandiri melalui kelompok dan koperasi

- Meminta agar pemerintah dapat memberikan solusi atau bantuan kepada para peternak layer yang di bawah dari kapasitas 5000 kebawah bukan keatas.

- Memintah agar pemerintah dapat memberikan bantuan UMKM kepada Peternak Rakyat Mandiri yang saat ini dalam kondisi tidak baik/terpuruk 

- Supermarket atau Indogrosir tidak membuat promosi harga telur (bahan Promosi)


Ketua Ketat Sejahtera Mandiri, Sugiyanto mengatakan bahwa pemerintah harus membuat regulasi yang jelas mengenai pakan ternak dan harga telor


"Masukan kami ke Pemerintah tentang regulasi yang belum jelas, harga pakan terus naik, jangan biarkan kami hancur turunkan harga pakan," kata Sugiyanto, Kamis, (10/3).


Dari hal ini, peternak ayam petelur mengalami kewalahan dan terancam bangkrut, karena biaya produksi tinggi sedangkan hasil penjualan tidak bisa mencukupi.


Disamping itu, Sekda Provinsi Lampung melalui Asisten II, Bapak Kusnardi mengatakan kondisi saat sangat tidak menguntungkan bagi produsen telur, melihat pesaing (pengusaha besar) menjual telur dengan harga murah.


"Kita harus sama-sama dalam mengatasi ini," tutur Kusnardi.


Kemudian terkait harga pakan yang terus meningkat, Kusnardi menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena harga jagung yang meningkat. Oleh karena itu penting untuk bersama-sama dengan petani jagung dan juga hipmil melakukan korporasi.


"Kemudian kepada peternak telur juga korporasi," paparnya. (Tm).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments