Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Minggu, Maret 20

Berjuang Wujudkan Mimpinya Jadi Arsitek, Mahasiswa Difabel di UBL: Bersyukur Punya Kawan " yang Baik


 

Berjuang Wujudkan Mimpinya Jadi Arsitek, Mahasiswa Difabel di UBL: Bersyukur Punya Kawan " yang Baik


Keinginan yang kuat ingin jadi arsitek, Aziz Hermawan warga di Kecam. Meraksa Aji, Kabup. Tulang Bawang, penyandang disabilitas paraplegi (lumpuh),  terus semangat belajar dalam meraih cita-citanya.

.

.

Ia memiliki keahlian membuat sketsa. Kisahnya sempat viral beberapa waktu lalu dan saat ini dirinya tengah berkuliah di program studi Arsitektur UBL Universitas Bandar Lampung.

.

.

Aziz bercerita pengalaman kuliah. “Alhamdulillah tahun 2019 saya mendapatkan beasiswa dari UBL kuliah di program studi Arsitektur. Saat ini saya sedang menempuh kuliah di semester 6. Mengawali kuliah dulu bukanlah hal yang mudah, selain harus mampu mengatasi rasa percaya diri, juga harus beradaptasi dengan fasilitas kampus, walaupun sudah ada fasilitas yang disiapkan oleh pihak kampus untuk membantu mobilisasi saya," kata Aziz, Rabu, (16/3).

.

.

Lanjut Azis bersyukur memiliki kawan-kawan yang baik, yang mana bisa membantu dirinya.

.

.

"Beruntung saya miliki teman-teman satu angkatan yang membantu saya mengikuti perkuliahan,” ujarnya.

.

.

Dia sebut Selama mengikuti kuliah banyak mempelajari hal baru yang mengasah soft skill dan hard skill. Diantaranya ya, seperti mempelajari software desain seperti AutoCad, Sketchup, Photoshop, dan lain lain, juga pelajari bagaimana membuat sketsa arsitektur, konsep desain, perencanaan dan perancangan. Disamping juga bergaul dengan teman dari berbagai angkatan, diskusi, berbagi informasi, dan menambah luas wawasan tentang dunia arsitektur.

.

.

Kesibukannya dalam dunia perkuliahan tak menyurutkan semangat Aziz untuk meraih prestasi. “Alhamdulillah, pada 2019 di awal perkuliahan dulu, saya mendapat penghargaan Best Design Harapan 1 dari program studi Arsitektur UBL dan pada tahun 2021 saya berhasil meraih Juara 2 Tingkat Nasional Lomba Desain Rumah 2 Lantai yang diadakan oleh Himpunan Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (HIPTASI) dan PUPR di Jakarta,” kenang Aziz.

.

.

Indyah Wardani, salah satu dosen program studi Arsitektur sebut apresiasi Aziz dengan keterbatasannya dia dapat membuktikan mampu mengikuti proses perkuliahan seperti mahasiswa lain pada umumnya. "Dukungan dari teman-teman satu angkatan patut diacungi jempol, mereka membantu mendorong kursi roda dan terkadang mengangkat Azis kalau ada perkuliahan dibeberapa tempat yang mungkin kesulitan bagi dia untuk mobilisasi. IPKnya juga bagus, 3.43,” ujarnya. 

.

.

Aziz memiliki ketertarikan dalam bidang arsitektur sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Ketertarikannya itu, bukan hanya persoalan untuk belajar bagaimana membuat desain yang bagus namun juga tentang bagaimana seorang yang berkecimpung di bidang ini dapat menjaga keberlanjutan alam dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lain. 

.

.

Ia pun berharap dapat mengembangkan keilmuannya tidak hanya untuk dirinya sendiri namun juga bermanfaat bagi orang banyak. “Harapan saya untuk diri saya kedepannya semoga bisa kembangkan keilmuan saya menjadi arsitek profesional seperti Andra Matin,” terang Aziz.

.

.

Ia berpesan kepada teman-teman mahasiswanya untuk jangan pernah berhenti mengejar mimpi dan menggapai cita-cita. “Selalu semangat dan jangan pernah minder dengan kondisi atau kekurangan diri kita karena hidup tidak cukup hanya dengan duduk merenungi hidup. Tapi kita harus punya suatu target untuk dicapai dan kita harus tetap mengembangkan diri terlepas dari apapun kekurangan kita,” tutup Aziz. (Mp).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments