Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Minggu, Februari 6

KNPI Kota Bandar Lampung dan Giat Buku Resmikan Sekolah Anti Kekerasaan Seksual di Balam



KNPI Kota Bandar Lampung dan Giat Buku Resmikan Sekolah Anti Kekerasaan  Seksual di Balam


 DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Bandarlampung bersama Komunitas Giat Buku, resmikan sekolah anti kekerasan seksual, Minggu, (6/2/22), pagi.


Dalam peresmian ini, bertempat di Way Tataan, Kec.Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, di dalam rangkaian kegiatan acara dimulai dari sambutan, dan lalu dilanjutkan dengan peresmian yang dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPD KNPI Kota Iqbal Ardiansyah bersama Ketua Giat Buku Bayu Saputro.


"Sekolah anti kekerasan seksual di Way Ratai, secara resmi kita buka ya," kata Ketua KNPI Iqbal.


Bung Iqbal sapaan akrabnya, ia menyebutkan bahwa peresmian ini, menjadikan nantinya sekolah anti kekerasan seksual, memberi informasi terkait tentang gender, kekerasan, dan seksual, supayaa anak-anak pada mengetahui.


"Tentunya pengetahuan tentang gender, kekerasan, dan seksual itu penting, karena kita tau, saat ini, banyak sekali kasus-kasus di Lampung seperti kekerasan, hal inilah yang menjadi edukasi sejak dini kepada anak-anak," ujar Bung Iqbal.


Terkait siapa saja yang mengajar di sekolah anti kekerasan seksual ini, Bung IQ, menyebut komunitas giat buku yang bakal memberikan edukasinya.


"Semoga dengan diresmikannya sekolah anti kekerasan seksual ini, bisa bermanfaat untuk warga setempat, dan kedepannya moga bisa mengedukasi banyak warga lainnya," papar Bung IQ.


Sementara Ketua Giat Buku Bayu Saputro mengatakan komunitas  ini, bergerak mengedukasi anak-anak di daerah Way Tataan untuk saat ini, karena difokuskan disini.


"Kita masih fokus membina di Way Tataan, karena disini anak-anaknya, perlu diedukasi, karna disini banyak orangtuanya yang pekerjaannya nelayan, jadi kan kita sebagai kegiatan komunitas juga, memberikan informasi ke anak-anak setempat, agar lebih teredukasi dalam keilmuannya," kata Bayu.


Bayu harap kedepannya, sekolah anti kekerasan seksual ini, tidak hanya berada di Way Tataan saja ya, namun di berbagai kawasan lainnya. "Harapan kita ya semoga sekolah ini, bisa terus maju dan berkembang lagi kedepannya," harap Bayu. (Fk/m/ys)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments