Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Selasa, Februari 1

Antisipasi Lonjakan Covid -19, DPR RI Rahmad Handoyo Minta Pemerintah Naikkan Level PPKM


Antisipasi kasus Covid-19 yang lebih tinggi, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo desak pemerintah menerapkan kembali pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).


Dia minta kembali diperketat atau level PPKM harus kembali dinaikkan. Mengingat, kasus Covid-19 nasional per Sabtu (29/1/2022) mencapai angka 11.588 pasien.


Rahmad Sebut, daerah dengan lonjakan kasus Covid-19 tinggi harus kembali terapkan PPKM level 3 dengan persyaratan, seperti work from home (WFH) 50% persen dan siswa kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Anak sekolah tunda dulu tatap muka sekolahnya dan tempat-tempat ekonomi harus diperketat lagi,” kata Rahmad kepada wartawan, Sabtu (29/1).


Lanjutnya, penularan Omicron menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 sulit dihindari seluruh negara termasuk Indonesia, oleh itu, selain memperketat PPKM, pemerintah perlu menghidupkan kembali peran satgas, mulai RT dan RW termasuk memperkuat kepatuhan protokol kesehatan.


Sebab, prokes salah satu faktor utama mengendalikan Covid-19. “Jadi RT dan RW untuk saling ingatkan dan mempersiapkan diri dengan baik agar gelombang tinggi bisa kita antisipasi jika dipersiapkan dengan baik,” ucapnya.


Dia imbau masyarakat untuk segera vaksinasi booster dan disiplin protokol kesehatan, karena kasus Covid-19 varian Omicron banyak tanpa gejala, seperti gejala ringan dan sedang. Namun, jika banyak masyarakat yang sakit dan bergejala sedang akan membebani rumah sakit.


“Masyarakat enggak perlu takut kasus Omicron, tetapi jangan abai prokes karena mentang-mentang banyak kasus Omicron ringan dengan 5 atau 6 hari sembuh, pada abai dengan protokol kesehatan. Itu salah besar karena Omicron tetap berbahaya bagi yang berisiko tinggi, apalagi yang belum divaksin,” tuturnya. (Red).

Artikel Terkait

Comments
1 Comments

1 komentar so far