Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Kamis, Desember 16

Karena Kesal Sama Suami Nggak Mau Pisah Rumah Dengan Mertua Ibu Tiri di Tubaba Bunuh Anaknya!


Karena Kesal Sama Suami Nggak Mau Pisah Rumah Dengan Mertua

Ibu Tiri di Tubaba Bunuh Anaknya!


Seorang bocah bernama Tegar Pratama (2) merupakan anak dari Dwi Saputra sedangkan pelaku pembunuhan tersebut merupakan ibu tiri korban yang berinisial LDS, harus ditangkap polisi atas ulah yang diperbuatnya.

.

.

Tegar dibunuh oleh ibu tiri yang terjadi di tiyuh margo mulyo kec tumijajar Kab Tulang Bawang Barat.

.

.

Atas ulahnya, polisi pun bergerak dan menangkap LDS di kediaman orang tuanya yang berada di Kab. Lampung tengah.

.

.

Terkait apa motifnya, LDS nekat membunuh anak tirinya, karena tersangka sudah memiliki niat membunuh korban yang adalah anak tirinya, hal itu disampaikan oleh Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sunhot P Silalahi , S.I.K, M.M.

.

.

"Karena pelaku merasa sakit hati dengan suaminya yang tidak mau pisah rumah dengan mertuanya dan pelaku juga kesal dengan ibu mertuanya yang sering menjelek-jelekan dirinya kepada tetangga sehingga dia nekat membunuh anak tirinya," kata Kapolres Tulang bawang barat saat jumpa Pers di Polres Tulang Bawang Barat, Kamis (16/12/21).


.

.

Lanjutnya, Kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada hari sabtu tanggal 13 November 2021 sekira pukul 21.00 wib, awal kejadian pelaku melihat korban bersama Kevin yang merupakan anak kandung pelaku sedang main mobil-mobilan diujung kasur dekat pintu dibawah kipas angin. "Kemudian pelaku melihat korban merebut mainan yang dimainkan oleh Kevin anak pelaku dan karena merasa kesal anak pelaku mendorong korban hingga kepala korban terbentur tembok lalu jatuh ke lantai dan kepalanya mengenai setrika dan melihat kejadian tersebut pelaku  pelaku bangun dan menuju ke arah korban yang saat itu kondisi tubuh korban kejang-kejang, karena panik dan takut pelaku mempunyai niat untuk membunuh korban dengan cara menekan/membekap mulut dan hidungya dari posisi atas menggunakan kedua telapak tangan sehingga mulut korban terluka dan mengeluarkan darah dari bibirnya dan kuku jari pelaku mengenai mata dan pelipis korban pelaku juga menekan dada korban selama lebih 20 menit," ujarnya

.

.

Setelah dipastikan tewas, korban diletakkan di kasur seolah-olah sedang tidur. Upaya ini dilakukan Lds untuk mengelabui suaminya yang saat itu tengah bepergian urusan pekerjaan.

.

.

Saat pulang bekerja malam hari, Dwi Saputra mengira anaknya sudah tertidur, namun keesokan harinya dia mulai curiga TP tidak kunjung bangun dari tidurnya. 

.

.

Akhirnya Dwi Saputra mencoba membangunkan, namun tidak kunjung bangun, bahkan dia melihat mulut, hidung, telinga dan mata anaknya meneteskan darah. Saat itulah baru dia menyadari buah hatinya sudah tewas dengan cara yang tidak wajar.

.

.

Karena itu, Dwi melaporkan kejadian tersebut ke petugas kepolisian setempat setelah 4 hari pasca kejadian.

.

.

Terungkapnya kasus ini setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tubaba melakukan penyelidikan dengan autopsi jenazah.

.

.

Hasil autopsi polisi, ditemukan sejumlah luka dibagian wajah dan keretakan pada tulang dasar tengkorak belakang korban.

.

.

Sementara itu, pelaku LDS baru menyesali perbuatannya setelah ditangkap petugas kepolisian di kediaman orang tuanya di Kab. Lampung Tengah.

.

.

"Saya minta maaf kepada suami, mertua dan keluarga. Saya gak ada niat untuk seperti itu, ini karena konflik keluarga. Saya menyesali perbuatan saya, saya minta maaf," ucapnya saat diwawancarai wartawan.

.

.

Selain menangkap pelaku, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yaitu pakaian korban dan pelaku, handuk korban, serta bantal dan Hand Phone pelaku.

.

.

Atas perbuatan sadisnya, Linda sari dijerat Pasal berlapis yaitu Pasal 80 ayat 3, Pasal 340 dan Pasal 338 dengan hukuman maksimal seumur hidup kurungan penjara. (Reky/ik).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments