Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Mau Investasi? Gabung Dibawah ini

Selasa, November 23

Ungkap 27 Kasus Pencabulan Anak di Tulang Bawang, AKBP Hujra: Jangan Sampai Lengah Berikan Pengawasan

 



Ungkap 27 Kasus Pencabulan Anak di Tulang Bawang, AKBP Hujra: Jangan Sampai Lengah Berikan Pengawasan



Polres Tulang Bawang jajaran Polda Lampung melaksanakan Press Release ungkap kasus tindak pidana perlindungan anak, bertempat di Mapolres Tulang Bawang, Senin (22/11).


Pada kesempatan tersebut, Kapolres Tulang Bawang AKBP Hujra Soumena, S.I.K., M.H., memimpin giat Press Realese yang didampingi Kabag Ops, Kompol Yudi Pristiwanto, S.H., Kasat Reskrim, AKP Wido Dwi Arifiya Zaen, S.I.K., M.H., Kapolsek Banjar Agung, Kompol Abdul Mutolib, S.H., Kapolsek Menggala, AKP Sunaryo, dan Kapolsek Gedung Aji, Ipda Amir Hamzah, S.H., M.H.


"Periode Januari sampai November 2021 sebanyak 27 kasus cabul terhadap korban anak dibawah umur yang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tulang Bawang dan Polsek jajaran," kata AKBP Hujra.


Lanjutnya, Dari 27 kasus itu, sebanyak 16 kasus sudah dilimpahkan ke Kejaksaan (P21) dan 11 kasus dalam proses sidik, sedangkan pelaku yang berhasil ditangkap sebanyak 23 orang dengan rincian 22 dewasa, dan 1 orang anak dibawah umur.


"Modus operandi dari para pelaku ini, adalah kenalan dengan korban di media sosial, lalu diajak pacaran dan diimingi-imingi dengan uang atau benda berharga sehingga korban dengan mudah untuk dicabuli," ungkapnya.


AKBP Hujra, himbau kepada para orang tua, jangan sampai lengah berikan pengawasan terhadap anak-anaknya, mulai dari pergaulan, hingga media sosial yang digunakan. Para pelaku ini bisa dengan mudah melakukan perbuatan cabul terhadap korban, karena adanya kesempatan.


“Kami dari Polres tidak henti-hentinya berikan penyuluhan baik ke sekolah-sekolah maupun ke kampung-kampung, agar anak-anak dibawah umur ini tidak menjadi korban tindak pidana cabul,” papar AKBP Hujra.


Ia menambahkan, pihak Kepolisian telah berkomitmen dengan Kejaksaan dan Pengadilan, bahwa untuk pelaku cabul terhadap anak dibawah umur akan dikenakan hukuman yang maksimal.


"Kepada para pelaku yang telah berhasil ditangkap, mereka dikenakan Pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 Jo Pasal 76D dan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak. Diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun," pungkas AKBP Hujra Soumena, S.I.K., M.H. (MP)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments