Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Mau Investasi? Gabung Dibawah ini

Minggu, November 7

Diduga Jual Surat Antigen Palsu, Team Tekab 308 Polres Lamtim Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

 



Diduga Jual Surat Antigen Palsu, Team Tekab 308 Polres Lamtim Bergerak Cepat Tangkap Pelaku



Terkait pemalsuan surat hasil Rapid Test Antigen Covid 19 di Lampung Timur, Team TEKAB 308 Polres Lampung Timur yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Lampung Timur AKP Ferdiansyah, S.IK berhasil mengungkap kasus tersebut. 


Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution, S.H, S.IK, M.H melalui Kasat Reskrim AKP Ferdiansah, S.IK menyampaikan Terungkapnya Kasus Pemalsuan Surat Hasil Rapid Test Antigen Covid-19 itu dari penyelidikan dan pemeriksaan petugas kepolisian Polres Lampung Timur di Kecam. Pasir Sakti, Sabtu, (6/11/2021). 


Pada saat Team Tekab 308, kata AKP Ferdi, Sedang melaksanakan Patroli Antisipasi Kejahatan pada malam hari di dapati kendaraan Travel yang mencurigakan di Jl. Lintas Timur Desa Semarang baru Kec. Pasir sakti, Kabupaten Lampung Timur, dan di dapati sejumlah Surat Rapid Test Antigen yang di duga palsu.  


"Selanjutnya Team melakukan pengungkapan tiga tersangka Pembuat Surat keterangan Hasil Rapid Test Palsu itu, diantaranya MM dan PI warga, Kecamatan Pasir Sakti Sedangkan WH warga Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji," katanya.


Lanjutnya, Para tersangka diduga lakukan kerjasama pembuatan Surat Antigen Palsu, dengan menggunakan Kop Surat dan Cap yang berlogo UPTD Puskesmas Mataram Baru. 


"Selanjutnya Surat Antigen Palsu tersebut diperjual belikan seharga 50 Ribu Rupiah per surat, untuk memenuhi kelengkapan persyaratan atau dokumentasi perjalanan bagi para penumpang travel," ujar AKP Ferdi.


Sambung AKP Ferdi, "Selain para tersangka, Petugas Kepolisian turut mengamankan beberapa lembar Surat Antigen Palsu, Cap, Laptop, Printer, serta beberapa unit Telepon Genggam dan uang tunai senilai Rp. 300k k sebagai barang bukti, untuk melengkapi berkas penyelidikan terkait tindak pidana tersebut,". (ian).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments