Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Mau Investasi? Gabung Dibawah ini

Kamis, November 11

BPIP Menggelar Bedah Musik Kebangsaan di Kampus Unila

 


BPIP Menggelar Bedah Musik Kebangsaan di Kampus Unila


Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sukses menggelar acara Bedah Musik Kebangsaan dan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Lewat Musik di Aula Fakultas Pertanian, kampus Universitas Lampung, Rabu 10 November 2021. 


Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D dalam sambutannya sebut bahwa tujuan acara ini ialah untuk membumikan, menginteraksikan pancasila. Prof Yudi mengatakan sebentar lagi PP 57/2021 akan direvisi yakni menerapkan ajaran Pancasila mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sampai Perguruan Tinggi.


"Kami juga sudah melahirkan 15 buku ajar Pancasila, selain itu pentingnya mengemas aktualisasi Pancasila sesuai zaman," katanya, Rabu (10/11).


Dalam acara ini, turut hadir Ketua Komisi II DPR RI Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., M.T yang mengisi materi Bedah Lirik dengan judul lagu "Bangun Pemuda Pemudi". Lagu ini diciptakan oleh Alfred Simanjuntak, ia seorang komposer yang sangat identik dengan lagu-lagu patriotis.


Seraya menjelaskan lirik-lirik lagu, Ahmad Doli juga memberikan pertanyaan berhadiah kepada mahasiswa/i yang hadir. Dalam acara ini, ia mengapresiasi dan mendukung kegiatan bedah musik. Menurutnya kegiatan bedah musik yang digelar oleh BPIP sangat bagus karena mengajarkan nilai-nilai Pancasila terutama kepada anak-anak muda.


"Kami Komisi II DPR RI hadir disini dalam rangka untuk memberikan dukungan terhadap program Badan Pembinaan Ideologi Pancasila(BPIP)," Tuturnya


Sementara itu, Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaaan dan Alumni UNILA, Prof. Dr. Yulianto, M.Si mengatakan acara bedah musik lagu-lagu kebangsaan Indonesia akan lebih memberikan pemahaman kepada anak-anak muda. Membedah sair-sair dalam musik ini dikaitkan dengan kehidupan kebangsaan Indonesia. "Menurut saya pembelajaran seperti ini sangat bagus," Tuturnya (Tio)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments