Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Mau Investasi? Gabung Dibawah ini

Kamis, Agustus 12

Terkait Penanganan Covid-19 di Bandar Lampung, Cipayung Plus Minta Wali Kota Perhatikan Rakyat

 



Terkait Penanganan Covid-19 di Bandar Lampung, Cipayung Plus Minta Wali Kota Perhatikan Rakyat



Terkait penanganan Covid-19 di Kota Bandar Lampung, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dlam Cipayung Plus, meminta Wali Kota Eva Dwiana melakukan kajian lebih mendalam terkait penanggulan Pandemi Covid-19 di Kota Bandar Lampung.


"Kondisi Bandar Lampung kan PPKM, harusnya Pemerintah lebih memperhatikan warganya yang terdampak, bahkan dilihat secara fakta, banyak usaha yang saat ini anjlok, karena minimnya pembeli, lalu gimana nasibnya? Hal itu kan, bisa membuat ada pemutusan hubungan kerja (PHK), tambah lagi PR untuk Pemkot," kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bandar Lampung Riski Al Syafar yang merupakan bagian dari cipayung plus ini, Kamis, (12/8/21).


Lanjut Safar menilai, kebijakan PPKM ini memberatkan warga, aturan harus di patuhi, namun tidak ada solusi dari Pemkot untuk warganya yang terdampak.


"Memang sudah ada warga yang dapat bantuan, namun'kan ada banyak warga Bandar Lampung ini, apalagi usaha-usaha banyak yang anjlok, pastinya pekerja di Bandar Lampung butuh bantuan namun mereka enggan meminta ya," ujarnya.


Safar menambahkan, Wali Kota harap dapat mendengarkan apa yang telah Cipayung Plus minta, hal ini demi kesejahteraan warga di Kota Bandar Lampung.


"Kami menyuarakan suara rakyat, harapan kami Wali Kota Eva bisa mendengarkan pesan yang kami sampaikan, ini bentuk rasa kami peduli terhadap rakyat," harap Safar.


Diketahui, Cipayung Plus yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia dan Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrat. (Ian).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments